DURI – Permainan tradisional khas Riau masih terus hidup di tengah masyarakat, khususnya di Duri,Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Beragam permainan seperti gasing hingga congkak tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga mengandung nilai edukatif yang penting bagi perkembangan anak.
Di berbagai lingkungan, baik sekolah maupun acara kebudayaan, anak-anak masih memainkan permainan warisan budaya Melayu ini secara turun-temurun.
Gasing hingga Congkak Latih Keterampilan dan Strategi
Permainan gasing menjadi salah satu yang paling populer. Anak-anak memutar gasing dari kayu keras dengan teknik tertentu, sehingga membutuhkan keterampilan, keseimbangan, serta ketepatan dalam bermain.

Selain itu, congkak atau congklak juga masih diminati. Permainan papan ini melatih kemampuan strategi, perencanaan, kejujuran, hingga kesabaran.
Anak-anak belajar berpikir taktis sambil tetap menikmati permainan.
Setatak dan Boi-Boian Tingkatkan Ketangkasan Fisik
Permainan setatak atau engklek mengajak anak melompat dengan satu kaki di atas pola yang digambar di tanah.
Aktivitas ini membantu melatih keseimbangan dan kemampuan motorik kasar.
Sementara itu, boi-boian menghadirkan permainan tim yang seru. Anak-anak melempar bola untuk merobohkan susunan pecahan genteng atau batu, lalu berusaha menyusunnya kembali. Permainan ini menuntut ketangkasan sekaligus kekompakan tim.
Bakiak hingga Cakbur Perkuat Kerjasama dan Kekompakan
Permainan bakiak atau terompah panjang juga kerap dimainkan secara berkelompok. Anak-anak harus berjalan bersama menggunakan sandal kayu panjang, sehingga membutuhkan koordinasi, keseimbangan, dan kerjasama tim yang baik.
Ada juga permainan adu buah para atau buah karet yang sederhana namun tetap menarik. Anak-anak mengadu buah karet tua yang keras untuk menguji kekuatan.
Selain itu, cakbur atau gatrik menggunakan dua potongan bambu yang dipukul dan dilempar. Permainan ini melatih ketangkasan fisik sekaligus menghadirkan unsur kompetisi.
Layangan Jadi Favorit Saat Musim Angin
Permainan layangan tetap menjadi favorit, terutama saat musim angin tiba. Anak-anak berlomba menerbangkan layang-layang setinggi mungkin sambil menikmati suasana terbuka.
Keberadaan permainan tradisional ini menunjukkan bahwa nilai budaya Melayu Riau masih terjaga. Selain menghibur, permainan tersebut juga membentuk karakter anak melalui sportivitas, kerjasama, dan kreativitas.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













