DURI – Pura Raksa Wira Mandala yang terletak di Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, tercatat sebagai pura tertua sekaligus yang pertama berdiri di Provinsi Riau. Keberadaan tempat suci ini menjadi simbol perjalanan panjang komunitas Hindu serta wujud kerukunan masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat Hindu asal Bali yang datang melalui program transmigrasi membangun pura ini setelah menetap di kawasan Bagan Batu.
Pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, mereka secara swadaya mendirikan Pura Raksa Wira Mandala sebagai pusat ibadah sekaligus ruang sosial dan budaya bagi warga.

Keberadaan pura ini menjadi tonggak awal perkembangan tempat ibadah Hindu di Riau, jauh sebelum berdirinya pura-pura lain di Pekanbaru maupun daerah lainnya.
Pura Raksa Wira Mandala berdiri di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bagan Sinembah, tepat di kawasan yang dikenal sebagai “Kampung Bali” karena mayoritas penduduknya merupakan keturunan Bali.
Lingkungan pura yang asri berpadu dengan arsitektur khas Bali seperti Candi Bentar dan Padmasana, sehingga menghadirkan daya tarik tersendiri yang kontras namun tetap harmonis dengan hamparan perkebunan sawit di sekitarnya.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masyarakat juga mengenal Pura Raksa Wira Mandala sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Meski demikian, pengelola tetap mengingatkan pengunjung untuk menjaga etika selama berada di kawasan pura.
Pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut. Mereka juga dianjurkan memakai sarung dan senteng sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, pengunjung harus menjaga sikap, tidak berkata kasar, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak mengganggu jalannya ibadah.
Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk meminta izin sebelum mengambil foto, terutama saat berlangsungnya kegiatan ritual keagamaan.
Dengan nilai sejarah dan budaya yang kuat, Pura Raksa Wira Mandala tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi keberagaman dan harmoni kehidupan masyarakat di Provinsi Riau.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















