Lurah Duri Timur, Meri Hariyani S.Kep saat ditemui mengaku apa yang dilakukannya terkait penunjukkan Plt RT dan RW telah sesuai dengan SOP dan koordinasi dengan pimpinan agar tidak salah melangkah.
Dirinya merasa perlu menjelaskan jika masa periode RT dan RW sebelumnya sudah berakhir pada Februari 2024 lalu dan dirasa perlu dilakukan penunjukkan Plt guna mengisi kekosongan agar pelayanan ke masyarakat tetap berjalan.
“Selama ini tersiar jika RT dan RW sebelumnya diberhentikan secara sepihak, namun kenyataannya masa periode yang sudah berakhir, lalu dimana salahnya. Saya selaku pimpinan di Kelurahan ini merasa mempunyai tanggung jawab untuk menunjuk orang orang yang dapat bekerjasama. Tentunya saya juga sudah berkoordinasi sebelumnya dengan pimpinan,”jelasnya.
Namun hal mengejutkan justru ditemui sejumlah wartawan dilapangan saat menelusuri benang merah terkait penolakan penunjukkan Plt RT dan RW dilingkungan Kelurahan Duri Timur itu. Salah seorang wanita berinisial R mengaku jika dirinya disodori secarik kertas lengkap dengan kolom tanda tangan dengan tujuan agar R berjalan meminta tanda tangan masyarakat untuk mempertahankan jabatan Ketua RT yang masa periodenya tetap berlanjut.
Namun sayang, entah atas perintah oknum tertentu ataupun tidak, R malah menanda tangani kolom itu melalui tangannya sendiri sebanyak 25 orang dari 53 orang yang tercantum dikolom kertas itu.
“Memang saya tanda tangani sendiri surat dukungan itu sebanyak 25 kali dari 53 orang yang tercantum dikolom kertas itu, tapi sebahagian masyarakat tau kok,”elaknya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















