RIAU – Sembilan warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, menjalani perawatan medis setelah anjing liar menggigit mereka.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru langsung memberikan vaksin rabies kepada seluruh korban sebagai langkah pencegahan dini, Sabtu (23/08/2025).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pekanbaru, Edi Satriawan, menegaskan pihaknya sudah memvaksin semua korban dan akan memantau kesehatan mereka hingga 21 hari ke depan. Para korban tetap menjalani rawat jalan dan dijadwalkan mengikuti pemeriksaan lanjutan pada 28 Agustus 2025.

Dinkes mengirimkan sampel kepala anjing yang dilumpuhkan warga ke Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau. Hasil uji laboratorium akan memastikan ada atau tidaknya virus rabies pada hewan tersebut.
Sementara itu, tim masih mencari dua ekor anjing liar lain yang diduga ikut terlibat dalam insiden tersebut.
Edi memastikan jumlah korban tidak akan bertambah karena anjing utama yang menyerang warga sudah dimatikan.
Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat waspada terhadap keberadaan anjing liar. “Kami tetap mengimbau masyarakat berhati-hati, terutama di sekitar lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Dinkes Pekanbaru berencana membentuk posko rabies di setiap kelurahan. Selain itu, mereka juga mengusulkan razia anjing liar dan vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan. Menurut Edi, vaksinasi hewan seperti anjing dan kucing sangat penting untuk mencegah rabies menyebar ke manusia.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















