RIAU – Program seragam sekolah gratis yang pernah dijanjikan Gubernur Riau Abdul Wahid untuk seluruh siswa SMA sederajat mulai dijalankan. Namun, pada tahap awal ini, bantuan hanya akan diberikan kepada siswa kurang mampu.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa perubahan skema ini terjadi karena keterbatasan anggaran daerah.

“Awalnya untuk semua siswa, tapi karena anggaran terbatas, tahap awal diprioritaskan untuk siswa kurang mampu,” kata Erisman, Senin (11/8/2025).
Penyaluran bantuan ini ditargetkan berlangsung setelah pengesahan APBD Perubahan (APBD-P) 2025. Saat ini, sekolah-sekolah telah diminta mengumpulkan data siswa penerima bantuan, terutama yang memiliki Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Berdasarkan informasi yang diterima KabarDuri.net, data calon penerima bantuan harus dilengkapi sejumlah persyaratan, di antaranya surat rekomendasi dari kepala sekolah, fotokopi KK, foto rumah (tampak depan, samping kiri-kanan, dalam, dan dapur), fotokopi DTKS/PKH, fotokopi KTP, serta fotokopi rekening listrik. Batas akhir pengumpulan data adalah 9 Agustus 2025.
Erisman menegaskan, pendataan harus akurat dan disertai pengecekan langsung ke rumah siswa agar bantuan tepat sasaran.
“Kalau anggarannya memungkinkan, kami akan berikan dua setel seragam. Kalau tidak, sementara satu setel dulu,” ujarnya.
Program ini menjadi salah satu agenda populer yang sempat digaungkan Abdul Wahid terutama waktu Pilgub Riau. Namun, pembatasan penerima bantuan di tahap awal membuat sebagian masyarakat harus bersabar menunggu janji seragam gratis untuk seluruh siswa benar-benar terwujud.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















