KabarDuri, Gaza – Pasukan Israel yang telah melancarkan serangan selama berminggu-minggu di Gaza utara memerintahkan warga yang tersisa di Beit Hanoun untuk segera meninggalkan kota. Instruksi ini diberikan dengan alasan adanya tembakan roket dari kelompok militan Palestina di kawasan tersebut, menurut keterangan warga setempat.

Perintah ini memicu gelombang baru pengungsian meski belum diketahui pasti jumlah warga yang terdampak.(30/12/24).
Dikutip Dari Reuters Israel menyatakan operasi militernya yang berlangsung hampir tiga bulan bertujuan menghentikan aktivitas kelompok militan Hamas dan mencegah mereka berkumpul kembali. Langkah evakuasi, menurut militer Israel, dimaksudkan untuk melindungi warga sipil dari bahaya.
Namun, pejabat Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di Gaza, dan evakuasi ini justru memperburuk krisis kemanusiaan. Kawasan sekitar Beit Hanoun, Jabalia, dan Beit Lahiya sebagian besar telah dikosongkan dan dihancurkan, memunculkan dugaan bahwa Israel berencana mempertahankan wilayah tersebut sebagai zona penyangga setelah pertempuran usai.
Pada Sabtu, militer Israel mengumumkan operasi baru di Beit Hanoun. Meski operasi berlangsung intensif, serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel tetap berlanjut sepanjang Minggu.
Pada hari yang sama, serangan udara Israel menewaskan tujuh orang di sebuah rumah di Beit Hanoun, menurut laporan petugas medis setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait serangan tersebut.
Selain itu, pejabat kesehatan melaporkan bahwa tank Israel menembak lantai atas Rumah Sakit Baptis Arab Al-Ahly di Kota Gaza, tepatnya di dekat ruang radiologi. Militer Israel menyebut bahwa serangan itu menargetkan anggota “Unit Pertahanan Udara” Hamas yang beroperasi dari kompleks tersebut. Pihak militer menambahkan bahwa kompleks itu tidak lagi berfungsi sebagai rumah sakit, melainkan digunakan oleh militan untuk merencanakan dan melancarkan serangan terhadap pasukan Israel.***
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















