Karena hingga petang korban tak juga pulang, adik dan kedua orang tuanya mulai resah dan berusaha mencari. Namun sayang, hingga keesokan harinya, korban tidak juga ditemukan dan pada Selasa (19/7/22), adik dan ayah korban merasa curiga akan penampakan sesuatu yang mengapung pada genangan air diareal perkebunan kelapa sawit yang tidak jauh dari kediamannya. Saat dipastikan dari dekat ternyata benar, korban sudah mengapung dengan kondisi tertelungkup tidak bernyawa.
Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Dipimpin AKP Hairul Hidayat, jajaran Opsnal Polsek Mandau mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa korban ke RSUD Mandau guna dilakukan visum. Menurut keterangan keluarga, korban mengidap epilepsi.
“Dari hasil visum dokter, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban dan menurut keterangan keluarga, korban memang mengidap penyakit epilepsi serta diprediksi telah meninggal dunia lebih dari 24 jam,”jelas Kapolsek.
Usai dilakukan visum, jenazah lalu diserahkan kepihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















