RIAU – Sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergerak cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Mereka langsung mengalihkan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu para korban terdampak. Pengalihan ini dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah terhenti akibat kondisi darurat yang melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Saat ini, para petugas memfokuskan penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) langsung kepada warga yang terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan yang cepat dan tanggap ini berhasil mencatatkan penyaluran dalam jumlah besar. Sebanyak 108.029 paket makanan disalurkan kepada warga di delapan kabupaten dan kota yang terdampak paling parah.
Program MBG yang semula menyasar kebutuhan gizi siswa sekolah kini sepenuhnya dialihkan untuk membantu para korban bencana alam. Bantuan ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang sangat vital di tengah situasi krisis.
Pengelola program mengambil keputusan strategis ini setelah pemerintah daerah meliburkan sekolah-sekolah akibat banjir. Daerah yang meliburkan sekolah meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, dan Kota Padang.
Inisiatif ini menunjukkan respons cepat, tanggap, dan fleksibel dari program gizi dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Petugas mendistribusikan paket makanan secara merata di delapan wilayah terdampak.

Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang dengan total 18 SPPG menyalurkan sebanyak 22.000 paket makanan. Sementara itu, 5 SPPG di Kabupaten Solok dan 6 SPPG di Kota Bukittinggi bersama-sama mendistribusikan 15.649 paket. Adapun Kabupaten Tanah Datar melalui 4 SPPG menyalurkan 14.000 paket makanan.Kota Solok dengan 3 mendistribusikan 9.000 paket.
Kota Pariaman melalui 2 SPPG menyalurkan 5.596 paket, sedangkan Kabupaten Pasaman Barat dengan 8 SPPG menyalurkan 4.135 paket.
Secara keseluruhan, 41 SPPG berhasil menyalurkan total 108.029 paket makanan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kepala KPPG Pekanbaru, DR Syartiwidya, membenarkan pengalihan distribusi MBG tersebut.
Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan longsor yang terjadi dan mengganggu operasional sejumlah SPPG di lapangan.
Widya menegaskan bahwa tim tetap menjaga semangat kebersamaan dan ketangguhan meskipun menghadapi berbagai hambatan.
“Kami dari KPPG Pekanbaru turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan khususnya Sumatera Barat,” ujar Widya, Minggu (30/11/2025).
Widya menambahkan bahwa meskipun beberapa SPPG sempat menghentikan operasional sementara, tim tetap menjalankan program dengan mengalihkan penyaluran MBG kepada masyarakat terdampak.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi hingga pengantaran bantuan.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim di lapangan yang bekerja tanpa lelah demi memastikan bantuan ini sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















