ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN
    • E KORAN KABARDURI
Selasa, April 28, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat

by PUTRI ANDY
2 Desember 2025
in Opini
Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

0
SHARES
135
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

OPINI – Kami Tidak Mencuri, kami membeli. Kami hanya mencari makan.Kalimat ini kerap menjadi pembelaan para pemain mafia Bio Solar ketika praktik mereka disorot publik. Sepintas terdengar sederhana dan manusiawi. Namun jika ditelaah lebih jauh, justru di sanalah letak pembenaran terbesar terhadap perampasan hak rakyat secara terstruktur dan masif.

Mereka memang “membeli” Bio Solar, bukan mencuri secara fisik. Harga beli berada di kisaran Rp7.200 per liter. Namun yang harus dipahami publik, Bio Solar adalah BBM subsidi dari negara yang diperuntukkan khusus bagi rakyat kecil, petani, nelayan, dan sektor tertentu—bukan untuk mafia yang menjadikannya komoditas bisnis ilegal.

BacaJuga

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet
Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Ketika Bio Solar bersubsidi itu dijual kembali dengan harga Rp10.000 per liter, maka yang terjadi bukan sekadar transaksi jual beli. Itu adalah pengalihan hak rakyat menjadi keuntungan pribadi. Subsidi yang dibiayai dari uang pajak rakyat berubah menjadi ladang bisnis segelintir orang.

Satu Ton per Hari: Benarkah Hanya untuk Makan?

Mari bicara dengan hitungan sederhana.
Satu ton Bio Solar setara kurang lebih 1.000 liter.
• Modal beli: 1.000 liter × Rp7.200 = Rp7.200.000 per hari
• Hasil jual: 1.000 liter × Rp10.000 = Rp10.000.000 per hari
• Keuntungan kotor: Rp2.800.000 per hari
Dalam satu bulan, keuntungan bisa mencapai Rp84 juta.

Dalam satu tahun, angkanya menembus lebih dari Rp1 miliar.

Pertanyaannya kini sangat jelas:

Apakah penghasilan sebesar itu masih disebut “sekadar untuk makan”?

Atau justru untuk menumpuk kekayaan, membangun jaringan ilegal, dan membayar cicilan kendaraan mewah seperti Fortuner?

Narasi “mencari makan” runtuh seketika ketika keuntungan harian berasal dari uang subsidi negara dalam jumlah jutaan rupiah.

ADVERTISEMENT

Tidak Mencuri Barang, tapi Mencuri Hak Rakyat

Mereka boleh berkata tidak mencuri secara fisik. Namun yang dirampas adalah:

• Hak petani atas BBM murah,
• Hak nelayan untuk melaut dengan biaya terjangkau,
• Hak pelaku usaha kecil untuk bertahan hidup.
Ini bukan lagi sekadar pelanggaran distribusi BBM. Ini adalah kejahatan sosial. Mengambil jatah rakyat lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi adalah bentuk pemiskinan terencana demi keuntungan pribadi.

Ironisnya, praktik ini bisa berjalan karena:
• Lemahnya pengawasan di lapangan,
• Adanya pembiaran yang berulang,
• Dan kuat dugaan keterlibatan oknum tertentu.
• Subsidi Negara Bukan Modal Bisnis Mafia

Negara mengalokasikan subsidi BBM dengan tujuan:

• Menekan biaya hidup rakyat kecil,
• Menjaga daya beli masyarakat,
• Menstabilkan perekonomian nasional.

Namun ketika subsidi itu justru dijadikan modal bisnis ilegal, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga seluruh rakyat.

Ini bukan lagi soal untung rugi, tetapi soal keadilan sosial. Saat rakyat antre dan kesulitan mendapatkan Bio Solar, di saat yang sama mafia justru menimbunnya untuk diperdagangkan kembali dengan harga tinggi.

Jangan Bungkus Kejahatan dengan Alasan PerutMencari makan adalah hak setiap orang.Namun mencari makan dengan merampas hak jutaan rakyat tidak pernah bisa dibenarkan.
Membeli Bio Solar subsidi lalu menjualnya kembali dengan harga Rp10.000 per liter bukan kerja keras—itu adalah eksploitasi atas kebijakan negara dan penderitaan rakyat kecil.

Jika benar tujuannya hanya sekadar untuk makan, maka keuntungannya tidak akan mencapai miliaran rupiah per tahun.

Namun ketika subsidi berubah menjadi mesin uang pribadi, maka publik berhak menyebut praktik ini dengan satu istilah yang tegas dan pantas: Mafia Bio Solar.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Tags: #bbm subsidi BBM Solar#pelangsir Solar#Solarmafia solar

BeritaTerkait

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

by PUTRI ANDY
14 Maret 2026
0

DURI - Riau kembali dihadapkan pada ironi yang sulit diterima akal sehat. Seorang pejabat yang sebelumnya dipercaya menjadi Gubernur Riau,...

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media : Foto ; Ilustrasi AI

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

by PUTRI ANDY
8 Maret 2026
0

DURI - Pernyataan seorang oknum humas yang menyebut media “terlalu maju” dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp di Kecamatan Mandau,...

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

by PUTRI ANDY
18 Januari 2026
0

RIAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan mulia dan strategis. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan menyiapkan...

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO : Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

by PUTRI ANDY
2 Januari 2026
0

RIAU - Ada saatnya bencana berhenti menjadi peristiwa alam, lalu berubah menjadi indikator politik. Sumatera belakangan ini menampakkan itu secara...

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

by Ramdhan Kurnia Putra
1 Januari 2026
0

OPINI - Mencari makan adalah naluri dasar manusia. Namun ketika naluri itu berubah menjadi pembenaran untuk merampas hak orang lain,...

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

by PUTRI ANDY
25 November 2025
0

OPINI - maling teriak maling Ungkapan selalu relevan ketika pihak yang paling vokal menuduh orang lain justru memiliki rekam jejak...

Next Post

15 Atlet Dojang King Dragon Resmi Sandang Sabuk Hitam di Duri

Rohul Siaga Darurat Hidrometeorologi setelah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur sejumlah wilayah dan memicu potensi banjir, longsor, serta angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Rohul Siaga Darurat Hidrometeorologi, Inhil dan Kampar Menyusul

Bayi di Pinggir Meninggal Dunia, Direktur RSUD Mandau dan Dinsos Mandau, Pejabat Bak Artis: Mudah Tampil, Sulit Dimintai Keterangan. FOTO : Ilustrasi Freepik

Bayi Dalam Karung Ditemukan Warga di Pinggir Meninggal Dunia, Direktur RSUD Mandau Pejabat Bak Artis

Satreskrim Polres Bengkalis Bongkar Mafia Tanah, Mantan Lurah Air Jamban dan Staf Ditahan

Satreskrim Polres Bengkalis Bongkar Mafia Tanah, Mantan Lurah Air Jamban dan Staf Ditahan

Tim SAR Gabungan Menemukan Korban Terakhir Longsor di Desa Batu Godang, Operasi Dinyatakan Selesai

Tim SAR Gabungan Menemukan Korban Terakhir Longsor di Desa Batu Godang, Operasi Dinyatakan Selesai

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Film Animasi Merah Putih Batal Tayang di Cinepolis Indonesia

Animasi Merah Putih Batal Tayang di Cinepolis Indonesia

9 bulan yang lalu

E- Koran Edisi Pertama

1 tahun yang lalu

AKP Shandra Amalia Pimpin Forum LLAJ, Kecepatan Truk di Jalan Hang Tuah Akan Diatur

AKP Shandra Amalia, guna membahas pembatasan kecepatan kendaraan angkutan bertonase tinggi di Jalan Hang Tuah, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
by PUTRI ANDY
28 April 2026
0

DURI – Jajaran Satlantas Polres Bengkalis terus melakukan upaya menciptakan keselamatan berlalu lintas di wilayah Duri. Salah satunya dengan menggelar...

Selengkapnya

Dari Masa ke Masa, Ini Deretan Gubernur Riau dan Perjalanan Kepemimpinannya

Dari Masa ke Masa, Ini Deretan Gubernur Riau dan Perjalanan Kepemimpinannya
by PUTRI ANDY
28 April 2026
0

RIAU - Dari masa ke masa, ini deretan Gubernur Riau dan perjalanan kepemimpinannya yang mencerminkan dinamika pembangunan serta arah kebijakan...

Selengkapnya

Bandar Sabu di Bathin Solapan Dibekuk, Polsek Mandau Amankan Dua Tersangka

by Ramdhan Kurnia Putra
27 April 2026
0

DURI - Dalam rangka mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta pelaksanaan Operasi Antik 2026,...

Selengkapnya

Batik Riau,Warisan Budaya Melayu yang Kembali Bersinar dengan Motif Sarat Makna

Batik Riau,Warisan Budaya Melayu yang Kembali Bersinar dengan Motif Sarat Makna
by PUTRI ANDY
27 April 2026
0

RIAU - Batik Riau menjadi salah satu kekayaan budaya Nusantara yang memiliki akar kuat dalam tradisi Melayu. Kain khas ini dikenal...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist