DURI – Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Provinsi Riau diperkirakan akan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026. Cap Go Meh yang menandai hari ke-15 sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek ini setiap tahunnya menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa, sekaligus daya tarik budaya dan wisata di berbagai daerah di Riau,Rabu (11/02/2026)
Sejumlah kota dan kabupaten di Riau diprediksi kembali menjadi pusat keramaian, seiring dengan tradisi perayaan yang telah berlangsung turun-temurun. Beragam atraksi budaya, ritual keagamaan, hingga hiburan rakyat biasanya memadati lokasi-lokasi utama perayaan Cap Go Meh.
Di Kota Pekanbaru, perayaan Cap Go Meh umumnya dipusatkan di kawasan Jalan Karet atau Jalan dr. Leimena yang dikenal sebagai Kampung Tionghoa Melayu. Kawasan ini hampir setiap tahun menjadi magnet bagi warga untuk menyaksikan rangkaian acara, mulai dari atraksi barongsai dan naga, panggung hiburan, hingga bazar kuliner khas Imlek. Suasana malam Cap Go Meh di kawasan ini biasanya dipadati pengunjung dari berbagai latar belakang yang ingin menikmati kemeriahan sekaligus keberagaman budaya.

Sementara itu, di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, perayaan Cap Go Meh kerap terhubung dengan rangkaian Festival Perang Air atau Cian Cui. Untuk tahun 2026, festival ini diperkirakan akan digelar pada 16 hingga 22 Februari sebagai pembuka rangkaian perayaan Imlek. Tradisi saling menyiram air tersebut dikenal luas dan sering menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, karena keunikannya yang hanya ada di Selatpanjang.
Adapun di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, malam Cap Go Meh biasanya dirayakan dengan Pawai Lampion yang berpusat di Klenteng Ing Hok Kiong. Ribuan lampion yang menerangi malam menjadi ciri khas perayaan di daerah ini. Pawai tersebut kerap disertai ritual sembahyang, pertunjukan seni tradisional, serta kehadiran masyarakat yang memadati sekitar klenteng.
Dengan beragam tradisi dan lokasi perayaan tersebut, Cap Go Meh 2026 di Riau diperkirakan kembali menjadi ajang kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus penggerak sektor pariwisata daerah. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus bersinergi agar perayaan berlangsung tertib, aman, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















