DURI – Siapa Itu Marsinah kembali menggema dalam sejarah perjuangan bangsa setelah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Sosok buruh perempuan yang dikenal berani melawan ketidakadilan ini kini diakui negara sebagai pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan,Kamis (29/04/2026).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025, di Istana Negara.
Pengakuan ini sekaligus menjadi penantian panjang selama lebih dari tiga dekade sejak kematiannya yang tragis pada 1993.
Buruh Pabrik yang Berani Melawan Ketidakadilan
Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nganjuk, Jawa Timur. Ia bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji yang berlokasi di Porong, Sidoarjo.
Dalam kesehariannya, Marsinah dikenal sebagai pekerja yang cerdas, vokal, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib rekan-rekannya.
Pada masa Orde Baru Indonesia, ketika kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat sangat terbatas, Marsinah justru tampil sebagai sosok yang berani bersuara.

Ia tidak hanya memperjuangkan hak dirinya sendiri, tetapi juga menjadi penggerak bagi buruh lainnya.
Memimpin Aksi Mogok Kerja
Puncak perjuangan Marsinah terjadi pada Mei 1993. Saat itu, ia memimpin aksi mogok kerja bersama rekan-rekannya untuk menuntut kenaikan upah sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Timur yang belum dijalankan oleh pihak perusahaan.
Aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap praktik ketenagakerjaan yang dinilai tidak adil. Marsinah juga aktif dalam proses negosiasi dengan pihak perusahaan serta memprotes pemecatan sejumlah buruh yang ikut dalam aksi tersebut.
Keberaniannya menjadikan Marsinah sebagai simbol perlawanan buruh, terutama di tengah situasi politik yang represif pada masa itu.
Hilang dan Ditemukan Tewas
Namun, perjuangan itu berujung tragis. Setelah aktif memperjuangkan hak buruh, Marsinah dilaporkan menghilang.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 8 Mei 1993, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka-luka akibat kekerasan.
Kasus kematiannya mengguncang publik dan menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang paling disorot di Indonesia.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan berbagai pertanyaan terkait dalang di balik kematiannya.
Pengakuan Negara Setelah 32 Tahun
Selama bertahun-tahun, berbagai kelompok masyarakat sipil, aktivis HAM, hingga organisasi buruh terus memperjuangkan agar Marsinah diakui sebagai pahlawan nasional.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada 2025.
Pemerintah secara resmi menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan nilai-nilai kemanusiaan.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah, tetapi juga pengakuan atas pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap pekerja di Indonesia.
Warisan Perjuangan yang Abadi
Kini, nama Marsinah tidak sekadar tercatat dalam sejarah, tetapi juga menjadi simbol inspirasi bagi gerakan buruh dan perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.
Kisah hidupnya menunjukkan bahwa keberanian untuk menuntut hak tidak mengenal latar belakang. Dari seorang buruh pabrik, Marsinah menjelma menjadi ikon perlawanan terhadap ketidakadilan.
Warisan perjuangannya terus hidup dalam semangat para pekerja dan aktivis yang memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia. Ia membuktikan bahwa suara rakyat kecil dapat menggema hingga mengubah sejarah bangsa.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.










