KESEHATAN – Ciri-ciri mata minus bisa dikenali dari pandangan kabur saat melihat objek jauh, sering menyipitkan mata, mata cepat lelah, sakit kepala, hingga kebiasaan mendekatkan buku atau layar gadget ke wajah.
Gejala ini sering kali tidak disadari karena dianggap hal biasa.
Dikutip dari laman Alodokter, mata minus terjadi saat cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depannya. Hal ini disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang berlebihan.

Faktor keturunan menjadi penyebab utama miopi. Namun, kebiasaan seperti membaca terlalu dekat, terlalu lama menatap layar gadget, dan kurangnya aktivitas di luar ruangan juga dapat mempercepat munculnya mata minus, terutama pada anak-anak dan remaja.
Berikut beberapa ciri umum mata minus yang perlu diwaspadai:
• Pandangan kabur saat melihat jauh
Penderita mata minus biasanya kesulitan melihat tulisan di papan, rambu jalan, atau nomor kendaraan dari jarak jauh.
• Sering menyipitkan mata
Kebiasaan ini dilakukan agar cahaya lebih fokus ke retina, meski hanya bersifat sementara.
• Sering mengucek mata
Penderita sering mengucek mata secara refleks saat penglihatan terasa buram.
• Mata cepat lelah
Mata bekerja lebih keras untuk memfokuskan pandangan, sehingga cepat terasa pegal, perih, atau berair.
• Sakit kepala
Ketegangan otot mata akibat memaksakan fokus dapat menyebabkan nyeri di area dahi atau sekitar mata.
• Mendekatkan objek ke mata
Penderita cenderung membaca atau menonton dari jarak sangat dekat untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas.
Alodokter juga menyebutkan bahwa bila tidak segera ditangani, mata minus bisa bertambah parah dan meningkatkan risiko komplikasi, seperti ablasi retina, serta menurunkan prestasi belajar maupun produktivitas kerja.
Langkah Pencegahan
Dokter menganjurkan beberapa cara untuk mencegah perkembangan mata minus
• Gunakan kacamata atau lensa sesuai resep dokter.
• Kurangi waktu menatap layar gadget.
• Istirahatkan mata setiap 20 menit saat bekerja di depan layar.
• Lakukan aktivitas fisik di luar ruangan secara rutin.
• Periksa mata secara berkala, terutama pada anak-anak.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Redaksi Kabarduri.net | Sumber: Alodokter
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















