PELALAWAN- Aksi Bupati Zukri yang ikut joget Sound horeg saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke 26 Tahun menuai sorotan kritik Tajam dari publik.
Dalam video yang Unggah Instagram Pribadi Bupati Zukri tampak mengenakan busana Melayu lengkap dan menari bersama ratusan peserta di lapangan, memicu kritik dari warga yang menilai tindakannya tidak pantas dan mencederai marwah budaya Melayu, Jumat (10/10/2025).

Namun, aksi tersebut memunculkan gelombang komentar kritis dari warganet.
Banyak yang menilai, penggunaan pakaian adat Melayu untuk menarikan horek—yang bukan merupakan tarian khas Melayu—dinilai tidak selaras dengan nilai budaya dan filosofi busana itu sendiri.
Salah satu akun menulis
“Next kalau mau joget-joget begini nggak perlu pakai pakaian Melayu, Pak. Pakaian Melayu itu ada kesopanan dan marwahnya. Masa iya pakaian Melayu dipakai buat tarian begini?”
Komentar senada juga datang dari akun lain yang menulis,
Tarmizi48 Sumpah malu kali awak nengok pakai Baju Melayu buat Joget Horeg ini.
Meski ada yang memuji semangat kebersamaan dalam acara tersebut, sebagian besar komentar justru menyoroti ketidaksesuaian antara simbol budaya dan jenis tarian yang ditampilkan di momentum resmi peringatan hari jadi kabupaten yang dikenal sebagai “Kabupaten Pahlawan.”
Hingga kini, pihak Pemkab Pelalawan belum memberikan tanggapan resmi mengenai maksud dan konteks dari flashmob tersebut.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















