“Kita harus menjaga tuah dan marwah, terkait stigma negatif soal karhutla di daerah kita harus kita ubah menjadi stigma positif bahwa daerah kita bisa sejuk dan asri. Memang berdasarkan perhitungan BMKG bulan Juni akan terjadi kemarau ekstrim dan panjang dan ada potensi karhutla karena itu kita lakukan mitigasi bencana,” terangnya.
Bupati Kasmarni berharap penanaman pohon ini menjadi momentum dapat membangkitkan semangat semua pihak untuk ikut berpartisipasi serta memiliki rasa tanggung jawab moral untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui gerakan menanam pohon.
“Alhamdulillah, dalam beberapa tahun belakangan ini, Pemkab Bengkalis terus giat melakukan penanaman pohon baik secara sektoral maupun dengan melibatkan berbagai komponen yang ada di daerah ini, seperti komunitas lingkungan dan mangrove, para akademisi dan mahasiswa, NGO, serta organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya,” terang Bupati.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















