“Sedangkan untuk jaringan perpipaan air limbah Kota Pekanbaru area Selatan (SC2), progres kegiatan mencapai 94,62 persen. Dan jaringan perpipaan air limbah Pekanbaru area Utara (NC) progres kegiatan baru mencapai 32,16 persen, sedangkan pembangunan di Kota Pekanbaru (B1), progres kegiatan mencapai 22,91 persen,” tambahnya.
Dijelaskannya, pembangunan IPAL di Kota Pekanbaru, terutama telah berjalan di lima Kecamatan, yakni Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Lima Puluh, Tenayan Raya, Senapelan, dan Kecamatan Pekanbaru Kota. Saat ini pembangunan IPAL terus berjalan, walaupun dimasa pandemi Covid-19 pengerjaan terus berjalan. Termasuk dalam kondisi cuaca hujan pengerjaan berjalan.
“Pembangunan IPAL ini seharusnya selesai ditahun 2021. Namun, terkendala dikarenakan banyak kendala hal-hal teknis dan non teknis. Kenapa keterlambatan ini terjadi, karena kondisi hujan yang cukup tinggi dan bahkan sangat tinggi. Kemudian, terkait dengan PDAM ini sangat kita sayangkan. Kita sudah beberapakali menyampaikan kenapa pipa air yang sudah kita beli belum juga disambung,” jelasnya.
“Dengan keterlambatan ini, sesuai dengan peraturan Kementrian keuangan, kegiatan kontrak yang seharusnya selesai pada akhir Desember ini, masih membenarkan diperpanjang. Kita berlakukan denda itu, sudah kita terapkan,” tambahnya.**
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















