DURI – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengonfirmasi adanya laporan kemunculan harimau di wilayah operasional mereka, tepatnya di Area 9, 3T-73 DSF, Karang Anyer, kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.35 WIB.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menyampaikan bahwa pihak perusahaan segera merespons laporan tersebut dengan mengeluarkan peringatan dini kepada para pekerja di lapangan. PHR menyampaikan informasi potensi bahaya secara berulang melalui media komunikasi internal dan radio.
“PHR telah memberikan alert kepada seluruh pekerja di area tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Kami juga mengimbau agar aktivitas operasional di lapangan dibatasi sementara waktu,” ujarnya kepada KabarDuri.net

Selain itu, pihak terkait meminta masyarakat di sekitar lokasi mengurangi aktivitas di area tersebut serta melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menghindari potensi risiko.
PHR juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk penanganan lebih lanjut terkait kemunculan satwa liar tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, PHR menegaskan komitmennya dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang tinggi, termasuk dalam menghadapi potensi ancaman dari satwa liar.
Perusahaan turut mengeluarkan sejumlah panduan keselamatan bagi pekerja, di antaranya melakukan analisa sebelum bekerja di area terdampak, menghindari bekerja sendirian, hingga menggunakan alat bantu seperti peluit untuk menciptakan kebisingan.
PHR mengimbau pekerja untuk tetap tenang saat berhadapan langsung dengan harimau, tidak memunggungi hewan tersebut, serta perlahan menjauh dari lokasi. PHR juga meminta pekerja segera melaporkan setiap kejadian di lapangan kepada pihak terkait.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















