DURI,KabarDuri.Net — Warga kelurahan talang mandi dan kelurahan titian Antui, kabupaten Bengkalis melakukan aksi unjuk Rasa Meminta perbaikan jalan Gajah mada yang rusak.Senin 9/08
Sebagai wujud aksi protes warga Sebanga yang di lakukan puluhan warga tersebut meminta kepada pemerintah bengkalis untuk mengatasi debu dan jalan yang hancur di jalan Gajah mada
warga juga blokade belasan truk yang bermuatan Sawit yang over kapasitas yang mengakibatkan jalan Gajah mada hancur dan berlobang.

Aksi ujuk rasa yang dilakukan puluhan warga sebanga ini bentuk ekspresi kekecewaan warga yang bertahun tahun Jalan Gajah Mada Rusak ,Warga juga membawa poster bertuliskan, mana janji ibu bupati kasmarni,bupati bengkalis kami sudah banyak yang sakit akibat debu ini. Senin 9/8.

warga yang melakukan aksi demo meminta untuk datang perwakilan dari pemerintah bengkalis, tidak berapa lama pihak perwakilan pemerintah kabupaten Bengkalis Camat mandau Riki Rihardi yang diwakili oleh Sekcam mandau Muhammad Rusydy datang untuk menemui warga yang melakukan Aksi ujuk rasa untuk berdilog dengan pemerintah kecamatan mandau dan Pinggir.
Dalam kunjungan bupati di puskesmas pinggir mengatakan pemerintah kabupaten Bengkalis tetap terus berkomitmen untuk perbaikan jalan Gajah Mada dan pembangunan mulai dari titik nol atau simpang Tiga Sebanga.
Bupati ingin jalan Gajah Mada yang menjadi jalan poros penghubung Kecamatan Mandau, Talang Muandau dan Pinggir itu bisa mulus di lewati warga.
“Kita ingin jalan Gajah Mada ini mulus. Tak berlumpur lagi jika hujan dan tak berdebu lagi jika panas,” ujar Kasmarni disela kunjungan ke Jalan Gajah Mada berapa hari yang lalu.
Disampaikan Kasmarni, perbaikan jalan Gajah Mada akan terus dilakukan setiap tahunnya. Ini membuktikan keseriusan Pemerintah Bengkalis terhadap akses utama yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat itu.
“Tahun ini pembangunan Jalan Gajah Mada dimulai dari titik 0. Dirigid beton dari Titik 0 hingga 500 meter ke arah dalam. Setelah itu tahun depan dilanjutkan lagi hingga KM 3,” kata Kasmarni.
Kasmarni juga menyebutkan perbaikan dan pemeliharaan Jalan Gajah Mada ini perlu perhatian dan pengawasan bersama dari masyarakat. Sebab akses jalan ini juga dilewati truk-truk sawit yang kelebihan muatan. Jika ini di biarkan maka perbaikan jalan yang sudah menyeluruh ini tidak akan bertahan lama.
“Kita terus berupaya agar jalan ini bisa mulus dari titik 0 hingga ke pelosok. Untuk itu mari sama-sama kita jaga dan pelihara jalan ini. Kita sama-sama juga tahu, rusaknya jalan ini karena juga faktor truk-truk sawit yang kelebihan muatan. Untuk itu mari sama-sama kita ingatkan perusahaan, pemilik RAM untuk sama-sama peduli dengan jalan ini. Mari sama-sama menjaga agar jalan yang sudah diperbaiki ini bisa terjaga dan tahan lama,” himbau Kasmarni.
Disampaikan Kasmarni, perbaikan jalan Gajah Mada akan terus dilakukan setiap tahunnya. Ini membuktikan keseriusan Pemkab Bengkalis terhadap akses utama yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat itu.
“Tahun ini pembangunan Jalan Gajah Mada dimulai dari titik 0. Dirigid beton dari Titik 0 hingga 500 meter ke arah dalam. Setelah itu tahun depan dilanjutkan lagi hingga KM 3,” kata Kasmarni.
Ditambahkan Kadis PUPR, Ardiansyah rigid beton jalan Gajah Mada dari titik 0 Simpang Sebanga ini merupakan proyek berkelanjutan yang dimulai dari masa kepemimpinan Bupati Amril Mukminin tahun 2017. Proyek terbesar masa kepemimpinan Amril Mukminin ini berlanjut sampai tahun 2021 ini, sekitar Rp 150 Miliar hingga Rp. 180 Miliar dana APBD Bengkalis tercurah untuk pembangunan jalan Gajah Mada itu.
“Panjang jalan Gajah Mada ini 28 Km. 21 Km sudah dirigid beton di zaman Bupati Amril Mukminin. Tinggal 8 km lagi. 3 Km dari titik 0 dan 4 Km di bagian tengah. Mudah-mudahan tahun depan bisa dituntaskan pembangunannya,” jelas Ardiansyah.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















