RIAU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera mencapai 4.028 titik pada Selasa (15/9/2026) sore. Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 2.994 titik.
Data tersebut disampaikan BMKG Pekanbaru melalui informasi hotspot Provinsi Riau yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, Selasa sore.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan selain Sumatera Selatan, sejumlah provinsi lainnya juga mencatat hotspot dalam jumlah cukup tinggi.
Jambi tercatat memiliki 319 titik panas, disusul Bangka Belitung sebanyak 354 titik, Lampung 269 titik, dan Bengkulu 32 titik.

“Sementara itu, Provinsi Riau mencatat 40 titik panas. Sebaran hotspot di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 24 titik,” jelas Bella.
Hotspot Riau Tersebar di Enam Wilayah
Dari total 40 hotspot yang terpantau di Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 24 titik.
Selanjutnya, Indragiri Hilir mencatat tujuh titik panas, Kuantan Singingi empat titik, Pelalawan tiga titik, serta Dumai dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.
Sementara itu, hotspot juga masih terpantau di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera.
Sumatera Barat mencatat 13 titik panas, Sumatera Utara dua titik, dan Kepulauan Riau sebanyak lima titik.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas hotspot pada Selasa sore masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah yang paling dominan.
Asap Ganggu Jarak Pandang di Sejumlah Wilayah Riau
Selain mendeteksi hotspot, BMKG juga mencatat kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Riau masih dipengaruhi asap.
Jarak pandang di beberapa daerah mengalami penurunan hingga beberapa kilometer.
“Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer. Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer,” jelas Bella.
BMKG mencatat asap menjadi faktor yang memengaruhi jarak pandang di lokasi-lokasi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah masih berlangsungnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera.
Riau Catat Hotspot Lebih Rendah, tetapi Asap Masih Terasa
Dibandingkan Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung dan Lampung, jumlah hotspot di Riau pada Selasa sore tergolong jauh lebih rendah.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat dampak asap hilang. Penurunan jarak pandang di Pekanbaru, Rengat, Pelalawan dan Tambang menunjukkan asap masih memengaruhi kondisi udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah.
Dengan 4.028 hotspot terpantau di Pulau Sumatera, pemantauan terhadap perkembangan karhutla dan pergerakan asap masih menjadi hal penting, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah terdampak.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












