ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer
Senin, September 7, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Gerhana Bulan Blood Moon Malam Ini

by Ramdhan Kurnia Putra
8 September 2025
in Berita Pilihan, Nasional, Riau
Gerhana Bulan Blood Moon Malam Ini

Gerhana Bulan Blood Moon Malam Ini

0
SHARES
135
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

RIAU – Setelah tiga tahun absen, gerhana Bulan total kembali menyambangi Indonesia pada Minggu (7/9/2025) tengah malam hingga Senin (8/9/2025) subuh. Seluruh tahapan gerhana Bulan blood moon alias Bulan merah darah itu bisa disaksikan masyarakat. Namun, mereka yang tinggal di sisi timur Papua bagian Indonesia tidak akan bisa mengamati akhir gerhana Bulan karena Matahari sudah keburu terbit.

Gerhana Bulan terjadi saat Bulan memasuki wilayah bayang-bayang Bumi. Akibatnya, sinar Matahari yang menyinari seluruh Tata Surya, termasuk yang mengarah ke permukaan Bulan, tiba-tiba terhalang oleh Bumi. Bulan yang saat itu tengah purnama, berwarna kuning cerah, secara perlahan akan berubah menjadi gelap hingga akhirnya berwarna merah bata.

BacaJuga

24 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau

Karhutla Riau Bertambah 87,9 Hektare, Ini Daerah Penyumbang Terbesar

Mengenal Peta Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis 

Gerhana Bulan Blood Moon Malam Ini
Gerhana Bulan Blood Moon Malam Ini

Terakhir kali, Indonesia mengalami gerhana Bulan total pada 2022. Pada Maret 2025 lalu, Indonesia sebenarnya juga mengalami gerhana Bulan, khususnya Indonesia bagian timur, yaitu gerhana Bulan penumbra. Namun, gerhana yang terjadi saat itu sudah dalam fase akhir atau ketika Bulan berada di penumbra Bumi. Akibatnya, perubahan cahaya Bulan terlihat samar atau sedikit redup saja.

Wilayah bayang-bayang Bumi yang dimasuki Bulan dalam perjalanannya mengelilingi Bumi itu ada dua, yaitu daerah bayang-bayang tambahan Bumi atau penumbra yang ada di bagian luar dan daerah bayang-bayang inti Bumi alias umbra yang terletak di tengah-tengah.

Ketika Bulan memasuki penumbra Bumi, saat itu terjadi gerhana Bulan penumbra (GBP). Jika sebagian Bulan memasuki umbra Bumi, maka terjadilah gerhana Bulan sebagian (GBS). Berikutnya, apabila semua bagian Bulan sudah berada di dalam umbra Bumi, maka terjadilah gerhana Bulan total (GBT).

ADVERTISEMENT

Selama GBT, wilayah bayang-bayang Bumi yang dilintasi Bulan adalah penumbra Bumi, umbra Bumi, dan penumbra Bumi kembali. Karena itu, tahapan dalam GBT akan dimulai dengan GBP pertama, GBS awal, fase totalitas gerhana atau GBT, GBS akhir, dan GBP kedua yang sekaligus menandai selesainya seluruh proses gerhana Bulan.

Kondisi itu pula yang terjadi dalam GBT, Minggu-Senin, 7-8 September 2025 ini. Ingat, gerhana Bulan akan selalu terjadi saat fase Bulan purnama sehingga warna dasar Bulan yang kuning cerah akan berubah secara perlahan menjadi lebih gelap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase GBP di Jakarta pada Minggu (7/9/2025) akan dimulai pukul 22.27 WIB. Posisi Bulan saat GBS awal ini sudah cukup tinggi, sekitar 70 derajat di arah timur. Namun, selama GBP, perubahan warna Bulan sulit diamati awam, hanya bisa dideteksi dengan teleskop.

Berikutnya, tahap GBS akan dimulai pukul 23.27 WIB dengan posisi Bulan sudah hampir di atas kepala. Pada fase ini, penggelapan permukaan Bulan mulai bisa diamati dengan mata telanjang yang dimulai dari bagian kiri bawah Bulan. Lengkungan hitam yang menunjukkan lengkungan umbra Bumi akan bergerak menuju sisi kanan atas Bulan.

Apabila seluruh permukaan Bulan akhirnya gelap penuh, itu menandakan fase totalitas gerhana sudah dimulai. Tahap GBT akan berlangsung pada Senin (8/9/2025) pukul 00.30 WIB. Saat ini, Bulan sudah mulai bergeser ke arah barat meski posisinya masih di atas kepala. Selama GBT, warna Bulan purnama akan berubah menjadi merah bata atau merah kecoklatan.

Fase totalitas GBT kali ini akan berlangsung selama 1 jam 22 menit yang puncaknya akan terjadi pukul 01.12 WIB dan akan berakhir pukul 01.53 WIB. Rentang waktu totalitas gerhana yang cukup lama ini akan memberikan kesempatan yang cukup panjang bagi masyarakat untuk bisa menikmati GBT dengan tenang sembari meresapi keindahan alam.

Setelah fase totalitas gerhana berakhir, permukaan Bulan akan balik seperti semula secara bertahap. GBS akan kembali terjadi dan warna Bulan merah bata selama GBT akan mulai disisipi lengkungan cahaya kuning terang. Bagian permukaan Bulan yang berubah lebih dulu dari gelap ke terang adalah bagian atas Bulan dan menuju sisi bawah Bulan. Ketika Bulan sudah terlihat kuning terang kembali, pukul 02.56 WIB, GBS pun berakhir.

Seusai GBS, warna Bulan sudah akan terang kembali meski sejatinya saat itu masih berlangsung tahap akhir GBP. Seluruh proses gerhana Bulan akan benar-benar selesai pada pukul 03.55 WIB ketika fase GBP berakhir. Dengan demikian, rangkaian proses gerhana Bulan dari GBP, GBS, GBT, hingga GBS dan GBP kembali memakan waktu selama 5 jam 27 menit.

Sumber Kompas

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Tags: #Gerhana Bulan Total 2025gerhana bulan malam ini

BeritaTerkait

24 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau

24 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau

by PUTRI ANDY
6 September 2026
0

DURI - 24 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru dibatalkan pada Minggu (6/9/2026)....

Karhutla Riau Bertambah 87,9 Hektare, Ini Daerah Penyumbang Terbesar

Karhutla Riau Bertambah 87,9 Hektare, Ini Daerah Penyumbang Terbesar

by PUTRI ANDY
6 September 2026
0

DURI - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan...

Mengenal Peta Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis

Mengenal Peta Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis 

by PUTRI ANDY
1 September 2026
0

DURI - Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, saat ini memiliki 11 kecamatan yang tersebar di wilayah kepulauan dan daratan Pulau Sumatra....

Karhutla 20 Hektare di Duri, Masih Diselidiki Polisi

by PUTRI ANDY
27 Agustus 2026
0

DURI – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten...

SMA Sederajat di Riau Bisa Sesuaikan Pembelajaran Saat Kualitas Udara Menurun

SMA Sederajat di Riau Bisa Sesuaikan Pembelajaran Saat Kualitas Udara Menurun

by PUTRI ANDY
26 Agustus 2026
0

DURI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta untuk...

Kabiro PBJ Sumbar Cerry M Akui Video Tak Senonoh Yang Viral Dirinya

Kabiro PBJ Sumbar Cerry M Akui Video Tak Senonoh Yang Viral Dirinya

by PUTRI ANDY
25 Agustus 2026
0

PADANG - Kabiro PBJ (Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa )Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Cerry M., mengakui bahwa dirinya...

Next Post

Satreskrim Polres Bengkalis Tangkap Pencuri di Bathin Solapan

Bukan Sinetron, Ini Kisah Nyata: Maling Kasur di Duri Ketangkap!

Momen Gerhana Bulan Total. FOTO : Ar_photographyn

Momen Gerhana Bulan Total

SPPD Fiktif Dinas Sosial Bengkalis: Kejari Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

SPPD Fiktif Dinas Sosial Bengkalis: Kejari Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Kolam Galian C Tewaskan Dua Kakak Beradik

Kolam Galian C Tewaskan Dua Kakak Beradik

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Oknum Camat di Riau Diduga Cabuli Siswi Magang

4 tahun yang lalu
Garap Hutan Di Rohul dua pria berinisial Z dan S di Tangkap Polda Riau.

Garap Hutan di Rohul Pemodal di Tangkap Polda Riau 

1 tahun yang lalu

Kualitas Udara Duri Masih Tidak Sehat AQI Capai 155

Kualitas Udara Duri Masih Tidak Sehat AQI Capai 155
by PUTRI ANDY
7 September 2026
0

DURI – Kualitas udara di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, berada pada kategori tidak sehat pada Senin (7/9/2026) pagi....

Selengkapnya

Karhutla 85 Hektare di Meranti Berawal dari Pembakaran Sisa Tanaman

Karhutla 85 Hektare di Meranti Berawal dari Pembakaran Sisa Tanaman
by PUTRI ANDY
6 September 2026
0

DURI - Karhutla seluas sekitar 85 hektare di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, diduga berawal dari...

Selengkapnya

24 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau

24 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau
by PUTRI ANDY
6 September 2026
0

DURI - 24 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru dibatalkan pada Minggu (6/9/2026)....

Selengkapnya

Karhutla Riau Bertambah 87,9 Hektare, Ini Daerah Penyumbang Terbesar

Karhutla Riau Bertambah 87,9 Hektare, Ini Daerah Penyumbang Terbesar
by PUTRI ANDY
6 September 2026
0

DURI - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist