DURI – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah guna meraih malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Malam tersebut diyakini lebih baik dari seribu bulan, sehingga banyak umat Islam melakukan Itikaf sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk beritikaf di masjid, terutama bagi wanita yang memiliki tanggung jawab di rumah maupun para pekerja dengan jadwal yang padat. Meski demikian, ibadah itikaf tetap bisa dilakukan dari rumah dengan beberapa penyesuaian agar tetap khusyuk dan bermakna.

Bagi wanita dan pekerja, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menentukan waktu khusus untuk beribadah pada malam hari. Waktu setelah salat Salat Isya hingga menjelang Salat Subuh dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melaksanakan Salat Tahajud.
Selain itu, penting juga menyiapkan tempat khusus di rumah yang nyaman dan tenang untuk beribadah.
Tempat tersebut dapat dijadikan ruang ibadah sementara agar lebih fokus dan terhindar dari gangguan aktivitas lainnya di rumah.
Bagi pekerja, itikaf di rumah bisa dilakukan dengan membagi waktu secara bijak. Misalnya, beristirahat sejenak setelah berbuka dan salat tarawih, kemudian bangun pada sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan tahajud dan berdoa. Waktu singkat tersebut tetap bernilai besar apabila dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan.
Sementara itu, wanita yang memiliki aktivitas rumah tangga juga dapat menyesuaikan ibadah dengan rutinitas sehari-hari. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan memastikan keluarga telah beristirahat, waktu malam dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat sunnah, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa pada malam-malam terakhir Ramadan. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah memohon ampunan kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan kemuliaan di malam Lailatul Qadar.
Dengan niat yang kuat dan pengaturan waktu yang baik, itikaf di rumah tetap dapat menjadi sarana untuk meraih keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.
Baik wanita maupun pekerja tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas ibadah dan berharap mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















