DURI – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, atas nama Marati Kasmuri Usman (66) yang tergabung dalam Kloter BTH 09 dilaporkan meninggal dunia di pemondokan jemaah di Kota Makkah Al Mukarramah, Rabu (13/5/2026) pukul 17.51 Waktu Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah.
“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Defizon menjelaskan, seluruh hak jemaah haji yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arab Saudi akan diselesaikan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jemaah yang meninggal di Arab Saudi dalam masa pelaksanaan ibadah haji, haknya akan diselesaikan oleh pemerintah, termasuk badal haji dan asuransi jemaah,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa petugas haji telah melakukan pendampingan dan penanganan sesuai prosedur. Proses pemulasaraan hingga pemakaman almarhumah akan dilaksanakan oleh petugas bersama pihak terkait di Kota Makkah.
Berdasarkan laporan petugas kloter, almarhumah diketahui memiliki riwayat penyakit angioplasty pada Desember 2025, diabetes melitus non insulin, chronic ischemic heart disease, serta hypertensive heart disease.
Pada Rabu sore, almarhumah dilaporkan tidak memiliki nafsu makan dan tetap diberikan motivasi untuk makan serta mengonsumsi obat secara rutin.
Sekitar pukul 16.00 WAS, saat sedang duduk di pemondokan, almarhumah tiba-tiba terbaring dan tidak sadarkan diri.
Teman sekamar segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua regu dan memanggil petugas kesehatan. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati almarhumah dalam kondisi tidak sadar, tekanan darah tidak terukur, nadi sangat lemah, serta tidak terdapat pernapasan.
Petugas kemudian melakukan tindakan medis darurat berupa pemasangan infus dan injeksi epinefrin. Meski sempat terdapat respons sementara, upaya resusitasi terus dilakukan selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit.
Namun kondisi almarhumah tidak menunjukkan perbaikan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.51 WAS.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












