DURI – Beruang masuki permukiman warga di Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diduga berasal dari Area 9 DSF milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Informasi ini mencuat setelah sejumlah warga melaporkan temuan jejak dan bekas cakaran satwa liar di kebun sekitar pemukiman.
Pesan peringatan ini beredar luas melalui WhatsApp dan pesan langsung Instagram yang diterima redaksi KabarDuri.Net, Rabu (23/05/2025).
Lokasi yang dimaksud berada di sekitar Karang Anyer, Kampung Lalang, Gaya Baru, dan Jalan Jawa kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan Area 9.

Informasi awal menyebutkan bahwa beruang tersebut kemungkinan keluar melalui jembatan yang mengering akibat musim kemarau.
Laporan lebih lanjut datang dari seorang warga Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Pada Senin, 22 Juli 2025, warga tersebut melaporkan dugaan keberadaan seekor beruang yang telah masuk ke kawasan masyarakat.
Sebuah video yang dikirimkan ke redaksi KabarDuri.Net menunjukkan bekas cakaran beruang yang terlihat jelas pada pohon dan tanaman pisang milik warga.
Seorang penggiat pencinta alam yang tidak disebutkan namanya menyampaikan dugaan bahwa habitat asli satwa ini kemungkinan telah rusak. “Perlu dicek kondisi hutan di Area DSF. Bisa jadi hutan di dalamnya sudah rusak atau hilang, sehingga satwa liar seperti beruang keluar mencari tempat baru,” ujarnya.

KabarDuri.Net telah mencoba mengonfirmasi informasi ini ke pihak Humas PT Pertamina Hulu Rokan melalui Rita Namu, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi.
Sementara itu, tokoh masyarakat Duri Timur, Meldi, mengungkapkan bahwa jejak beruang itu diperkirakan telah ada selama tiga hari terakhir di kebun warga.
Ia menduga satwa tersebut berasal dari Area 9 DSF milik PT PHR.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Kami juga telah menghubungi pihak-pihak terkait agar segera dilakukan penanganan,” kata Meldi kepada KabarDuri.Net.
Sebagai informasi, Area 9 DSF merupakan salah satu lokasi produksi minyak PT Pertamina Hulu Rokan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.
Situasi ini menambah kekhawatiran akan potensi konflik antara manusia dan satwa liar jika tidak segera ditangani secara serius oleh pihak perusahaan dan instansi terkait.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















