“Artinya, selain menjadi ikon untuk pemuda dan pemudi di daerah ini, yang berbudi bahasa serta cantik, molek dan gagah, ananda juga diharapkan mampu menyebarkan pesan-pesan positif dari kebudayaan masyarakat melayu, tampil dengan wawasan yang luas serta memiliki kepribadian yang baik,” harap Kasmarni.
Oleh karenanya dalam membangun Kabupaten Bengkalis penguatan nilai-nilai agama dan budaya melayu menuju masyarakat yang berkarakter, menjadi salah satu misi Bupati Kasmarni dengan strategi penguatan sinergi bersama lembaga pendidikan, lembaga adat, penggiat seni, budaya dan elemen lainnya.
Kemudian yang tak kalah pentingnya, internalisasi budaya dalam kehidupan sehari-hari merupakan langkah strategis yang dapat dilakukan dalam mengembangkan potensi dan kearifan lokal guna menunjang perekonomi masyarakat.
“Harapan kami kepada para peserta pemilihan bujang dan dara, jadilah ananda semua sebagai pelopor membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, juga harus memberikan contoh yang baik dalam penggunaan media sosial, dengan tidak menyebar berita hoax dan ujaran kebencian,” pungkasnya.
Kepada para finalis Bujang dan Dara Kabupaten Bengkalis, Kasmarni juga meminta untuk terus memperdalam ilmu yang didapat, serta membekali diri dengan wawasan seputar budaya dan pariwisata daerah.
Turut hadir dalam grand final Bujang dan Dara Kabupaten Bengkalis tahun 2022 itu Kepala Disparbudpora Edi Sakura, Kepala Balitbang Fadhlan Fuad Daulay, Sekretaris Disparbudpora Reza Noverindra, Sekretaris Pendidikan Agusilfridimalis, Camat Bengkalis Ade Suwirman, Ketua PKK Kabupaten Bengkalis Siti Aisyah, Ketua DPH LAMR Bengkalis Datuk Seri H Sofyan Said *
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















