“Saya pikir mereka dipekerjakan di Bengkalis, ternyata ke Rohil. Jadi Duri ini diduga hanya dijadikan tempat transit sementara. Ini yang kita khawatirkan, ini masih masa pandemi COVID-19. Kita harus kasih contoh dan penegakan aturan yang baik agar masyarakat bisa mengikuti dalam hal penanggulangan virus dan penegakan prokes,” imbaunya.
Hingga beberapa jam berlalu, tak satupun manajemen perusahaan PT. PDSI yang hadir dan memberi jawaban atau keputusan yang tepat kala itu. Andika, Yandi dan seluruh warga pun berang.
Beberapa waktu kemudian, tibalah dua unit bus dan menepi di halaman Masjid Muhammadiyah. Seluruh pekerja tampak berkemas barang dan berganti masuk ke dalam bus.
Seluruhnya berlapang dada dan memilih berangkat dari Duri. Tak diketahui pasti kemana laju bus yang membawa para naker, namun arahnya berputar menuju ke jalan lintas Sumatera sektor Duri – Dumai.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















