Mendengar hal itu, Ketua PAC IPK Mandau Yandi, SE turut berang dan menyerukan info tersebut diduga sesat. Pasalnya, sang ketua RT003 dan ketua RW005 wilayah setempat justru menyebut kehadiran para pekerja dari luar Riau ini tak pernah dikomunikasikan atau dimintakan izinnya sebelumnya.
“Saya sudah jumpai RT/RW dan Lurah. Bahkan mereka kami bawa kesini, dan mereka sebut tak ada info apapun terkait kedatangan mereka ini. Makanya kami merasa dibohongi,” ucap Yandi.
Dengan sederet informasi dan peristiwa kala itu, Tim Satgas Kecamatan Mandau akhirnya ambil tindakan. Camat Mandau Riki Rihardi langsung mengerahkan Kasi Trantib M. Vicky dan Lurah Batang Serosa Tengku Irfandi serta tenaga kesehatan (Nakes) dari UPT Puskesmas Pematang Pudu, Duri untuk melakukan pendataan naker, pencegahan pelanggaran protokol kesehatan dan mengurangi potensi penularan virus di lokasi itu.
“Atas informasi yang kami terima, pimpinan memerintahkan untuk meneggakkan prokes di wilayah ini. Maka, setiap pendatang dari luar Riau harus didata dan ditelusuri rekam medisnya,” ujar Kasitrantib Mandau, Vicky.
Vicky mengaku pihaknya baru menerima informasi dan segera meluncur. Ia syok mengetahui kabar bahwa seluruh naker didatangkan dari luar Riau dan bakal dipekerjakan di Rohil, bujan Bengkalis.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















