ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer
Kamis, September 17, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis

by PUTRI ANDY
17 September 2026
in Berita Pilihan
Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis, 4 Bangunan Bersejarah yang Masih Bertahan

Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis, 4 Bangunan Bersejarah yang Masih Bertahan

0
SHARES
6
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

DURI – Kabupaten Bengkalis, Riau, menyimpan jejak panjang sejarah kolonial Belanda. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka membuat wilayah yang dikenal sebagai Negeri Junjungan ini memiliki posisi penting dalam aktivitas perdagangan, pemerintahan, hingga komunikasi pada masa Hindia Belanda.

Pada masa kolonial, Bengkalis dikembangkan sebagai salah satu pusat administrasi sekaligus jalur lalu lintas niaga yang strategis. Sejumlah bangunan dan situs peninggalan masa tersebut hingga kini masih dapat dijumpai di Pulau Bengkalis.

BacaJuga

4.028 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 40 Titik dan Asap Ganggu Jarak Pandang

Kaur Desa Tasik Tebing Serai Jadi Tersangka,Terima Uang Rp2,04 Miliar

Proyek Turap Titi Akar Rupat Utara Rp2,93 Miliar Rusak Parah

Peninggalan tersebut bukan hanya berupa bangunan tua, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan pemerintahan, perdagangan, telekomunikasi, dan kehidupan sosial masyarakat Bengkalis pada masa lalu.

jejak peninggalan kolonial Belanda yang masih dapat ditemukan di Bengkalis.

1. Penjara Lama Bengkalis atau Huis Van Bewaring

Salah satu peninggalan kolonial yang paling dikenal masyarakat Bengkalis adalah Penjara Lama Bengkalis atau Huis Van Bewaring.

Bangunan yang berada di Jalan Pahlawan, Kota Bengkalis, tersebut didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sejumlah sumber mencatat perbedaan mengenai tahun pembangunannya, antara sekitar 1810 hingga 1883.

Pada masa kolonial, bangunan ini digunakan sebagai tempat penahanan, termasuk terhadap sejumlah tokoh masyarakat, bangsawan, dan pejuang yang dianggap menentang kekuasaan Belanda.

Masyarakat setempat juga mengenalnya dengan sebutan “Jell Belanda” atau “Rumah Orang Rantai”.

Bangunan dengan karakter arsitektur Eropa tersebut menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Bengkalis. Pada November 2025, bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.

Kini, kawasan penjara lama tersebut tidak hanya dipandang sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga kerap dimanfaatkan dalam kegiatan seni dan budaya untuk menghidupkan kembali nilai sejarahnya.

2. Situs Rumah Kabel

Jejak modernisasi pada masa Hindia Belanda juga terlihat dari keberadaan Situs Rumah Kabel di Jalan Kelapapati Laut, Bengkalis.

Bangunan ini berkaitan dengan pembangunan jaringan telekomunikasi kabel bawah laut. Pembangunannya disebut dimulai pada 1915 dan diresmikan pada 1917 dengan biaya mencapai lebih dari 400.000 Gulden.

Rumah Kabel menjadi bagian penting dari pengoperasian jaringan telegraf kabel bawah laut yang menghubungkan Bengkalis dengan sejumlah wilayah, termasuk Bagan Siapi-api hingga Tanjung Balai Asahan.

Jaringan tersebut memiliki peran penting dalam komunikasi dan pemantauan lalu lintas kapal di kawasan Selat Malaka yang saat itu menjadi salah satu jalur perdagangan internasional.

Lokasinya berada di belakang SDN 14 Bengkalis dan menghadap langsung ke Selat Bengkalis.

Meski bagian dalam bangunan kini sudah kosong dan sejumlah material disebut telah hilang akibat penjarahan pada masa lalu, sisa struktur dinding beton berukuran sekitar 5 x 5 meter serta sumur tua masih dapat ditemukan.

Situs tersebut menjadi pengingat bahwa Bengkalis pernah menjadi bagian dari jaringan komunikasi modern yang dibangun pemerintah kolonial di kawasan Selat Malaka.

ADVERTISEMENT

3. Rumah Tuan Kapiten

Peninggalan lainnya adalah Rumah Tuan Kapiten yang berada di Pulau Bengkalis.Bangunan ini disebut selesai dibangun pada 1828 dan memiliki keterkaitan erat dengan sistem pemerintahan kolonial Belanda terhadap komunitas Tionghoa.

Pada masa tersebut, “Kapiten” merupakan pemimpin komunitas Tionghoa yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia memiliki peran dalam mengatur berbagai urusan administratif dan kemasyarakatan komunitasnya.

Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis, 4 Bangunan Bersejarah yang Masih Bertahan
Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis, 4 Bangunan Bersejarah yang Masih Bertahan

Rumah Tuan Kapiten kemudian menjadi salah satu gambaran mengenai sistem tata kelola sosial yang diterapkan pemerintah kolonial.

Dari sisi arsitektur, bangunan tersebut juga memperlihatkan adanya pertemuan unsur budaya lokal, Tionghoa, dan Eropa yang berkembang di Bengkalis pada masa lalu.

4. Rumah Tuan Bengkel

Jejak kolonial lainnya terdapat di kawasan tepi Sungai Bengkalis, tepatnya di Jalan Ahmad Yani.

Kawasan tersebut pada masa lalu disebut digunakan sebagai pusat perbengkelan untuk kebutuhan militer dan sipil. Bengkel tersebut digunakan untuk memperbaiki kapal maupun berbagai peralatan yang berkaitan dengan kepentingan pemerintahan kolonial.

Di kawasan itu terdapat sebuah rumah yang dibangun sebagai tempat tinggal pejabat yang bertugas mengawasi kegiatan perbengkelan tersebut.Masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan “Tuan Bengkel”.

Bangunan tersebut hingga kini masih bertahan dan dirawat. Rumah itu juga ditempati oleh keturunan pemilik tanah yang memiliki hubungan keluarga dengan cucu Datuk Laksamana, salah satu tokoh sejarah lokal.

Menjaga Jejak Sejarah Bengkalis

Keberadaan bangunan-bangunan tersebut menunjukkan bahwa sejarah Bengkalis tidak hanya tersimpan dalam catatan tertulis, tetapi juga dapat ditelusuri melalui bangunan dan situs yang masih bertahan.

Penjara Lama Bengkalis menggambarkan sisi kelam sistem penahanan kolonial. Rumah Kabel memperlihatkan perkembangan teknologi komunikasi. Rumah Tuan Kapiten merekam sistem pemerintahan komunitas pada masa Hindia Belanda, sedangkan Rumah Tuan Bengkel menunjukkan aktivitas perbengkelan yang berkaitan dengan kepentingan militer dan sipil.

Di tengah perkembangan Kota Bengkalis, keberadaan situs-situs tersebut menjadi bagian penting dari identitas sejarah daerah.

Pelestarian tidak hanya diperlukan untuk mempertahankan bangunan fisiknya, tetapi juga untuk memastikan generasi berikutnya memahami cerita, fungsi, dan konteks sejarah yang melekat pada setiap peninggalan.

Dengan demikian, jejak kolonial di Bengkalis tidak berhenti sebagai bangunan tua, melainkan menjadi sumber pembelajaran tentang perjalanan panjang Negeri Junjungan hingga menjadi daerah seperti sekarang.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Tags: BengkalisCagar Budaya BengkalisKolonial BelandaPeninggalan BelandaPenjara Lama BengkalisSejarah Bengkalis

BeritaTerkait

4.028 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 40 Titik dan Asap Ganggu Jarak Pandang

4.028 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 40 Titik dan Asap Ganggu Jarak Pandang

by PUTRI ANDY
15 September 2026
0

RIAU - Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera mencapai 4.028 titik pada Selasa (15/9/2026) sore. Dari jumlah tersebut,...

Kaur Desa Tasik Tebing Serai Jadi Tersangka,Terima Uang Rp2,04 Miliar.

Kaur Desa Tasik Tebing Serai Jadi Tersangka,Terima Uang Rp2,04 Miliar

by PUTRI ANDY
12 September 2026
0

DURI -Terima uang Rp2,04 miliar yang diduga berkaitan dengan transaksi lahan, Kaur Pemerintahan Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau,...

Proyek Turap Titi Akar Rupat Utara Rp2,93 Miliar Rusak Parah

by PUTRI ANDY
11 September 2026
0

DURI - Kondisi bangunan Proyek turap di Klenteng Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menjadi Perhatian Masyarakat setelah...

Karhutla 20 Hektare di Duri, Masih Diselidiki Polisi

by PUTRI ANDY
27 Agustus 2026
0

DURI – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten...

Kualitas Udara Duri Masuk Kategori Sedang hingga Tidak Sehat

Kualitas Udara di Duri Masuk Kategori Sedang hingga Tidak Sehat

by PUTRI ANDY
24 Agustus 2026
0

DURI - Akibat kebakaran Hutan dan Lahan Kualitas udara di Duri, kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, saat ini berada pada...

Komnas PA Bengkalis Prihatin, Kasus Dugaan Pencabulan Siswi oleh Oknum Guru Jadi Peringatan Dunia Pendidikan. Foto : Ketua Komnas PA Peni Wulandari

Komnas PA Bengkalis Prihatin, Kasus Dugaan Pencabulan Siswi oleh Oknum Guru Jadi Peringatan Dunia Pendidikan

by PUTRI ANDY
22 Agustus 2026
0

DURI - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Bengkalis menyatakan keprihatinan atas kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi...

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

DPRD Setujui Kerja Sama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari

2 bulan yang lalu

Rem Motor Blong, Mahasiswa UNRI Asal Duri Tewas Masuk Jurang

3 tahun yang lalu

Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis

Jejak Kolonial Belanda di Bengkalis, 4 Bangunan Bersejarah yang Masih Bertahan
by PUTRI ANDY
17 September 2026
0

DURI - Kabupaten Bengkalis, Riau, menyimpan jejak panjang sejarah kolonial Belanda. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka membuat...

Selengkapnya

Karhutla Teluk Lancar Bengkalis Masuk Hari Ketiga, 3,3 Hektare Berhasil Dipadamkan

Karhutla Teluk Lancar Bengkalis Masuk Hari Ketiga, 3,3 Hektare Berhasil Dipadamkan, Gambut Masih Berasap
by PUTRI ANDY
17 September 2026
0

DURI - Perjuangan tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau,...

Selengkapnya

Gajah Diego Mati Mendadak di PLG Minas, Sempat Membaik Usai Dirawat Tim Medis

Gajah Diego Mati Mendadak di PLG Minas, Sempat Membaik Usai Dirawat Tim Medis
by PUTRI ANDY
17 September 2026
0

RIAU -  Kabar duka datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus)...

Selengkapnya

Bocah Usia 14 Tahun Diamankan Polisi Usai Bacok Pria di Bantan Bengkalis, Ini Kronologinya

Bocah 14 Tahun Diamankan Polisi Usai Bacok Pria di Bantan Bengkalis, Ini Kronologinya
by PUTRI ANDY
17 September 2026
0

DURI – Bocah Usia 14 Tahun Diamankan Polisi Usai Diduga Bacok Pria di Bantan Bengkalis. Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Privacy Policy
  • PEDOMAN SIBER
  • E – Koran
  • Desclaimer

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist