ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN
    • E KORAN KABARDURI
Kamis, Maret 5, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ketika Iman Seorang Ayah Diuji, Belalang Takkan Pernah Jadi Elang, Loyang Takkan Menjadi Emas

by PUTRI ANDY
7 November 2025
in Opini
Ketika Iman Seorang Ayah Diuji, Belalang Takkan Pernah Jadi Elang, Loyang Takkan Menjadi Emas

Ketika Iman Seorang Ayah Diuji, Belalang Takkan Pernah Jadi Elang, Loyang Takkan Menjadi Emas

0
SHARES
122
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

OPINI – Dalam kehidupan, kita sering melihat bagaimana seorang ayah memikul beban berat bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai penuntun moral dan teladan bagi keluarganya.

Namun, iman seorang ayah tidak selalu serupa, tidak selalu seteguh yang dibayangkan anak-anaknya. Ada ayah yang kuat menahan godaan dunia, namun ada pula yang goyah di tengah arus zaman.

BacaJuga

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

Di sinilah kebenaran hidup berbicara: iman seorang ayah belum tentu sama, dan tidak semua yang tampak gagah mampu bertahan dalam ujian.

Seperti belalang yang takkan pernah menjadi elang, manusia pun punya batas dan takdirnya sendiri. Belalang mungkin bisa melompat tinggi, tapi ia takkan pernah bisa menembus langit seperti elang yang terbang bebas di udara. Begitulah perumpamaan iman, bukan soal tinggi rendahnya posisi di mata dunia, tetapi tentang kemampuan bertahan di antara badai godaan, ujian, dan keserakahan.

Ketika Iman Seorang Ayah Diuji, Belalang Takkan Pernah Jadi Elang, Loyang Takkan Menjadi Emas
Ketika Iman Seorang Ayah Diuji, Belalang Takkan Pernah Jadi Elang, Loyang Takkan Menjadi Emas

Banyak yang ingin terlihat seperti elang: berwibawa, berkuasa, dan disegani. Namun tak sedikit yang sesungguhnya hanyalah belalang yang memoles diri agar tampak hebat di hadapan orang lain. Padahal, kilau emas muda tak selalu menandakan kemurnian, dan loyang yang tua belum tentu berarti bijak.

Kita hidup di zaman di mana nilai dan penampilan sering tertukar. Orang lebih mudah memuja yang bersinar, tanpa tahu apakah itu emas murni atau sekadar loyang yang mengilat karena lampu sorot. Padahal, iman dan kebijaksanaan tidak diukur dari tampilan, tapi dari ketulusan dan tindakan.

Seorang ayah sejati tak perlu berteriak untuk membuktikan kasihnya. Ia cukup hadir, cukup istiqamah dalam tanggung jawabnya, dan cukup jujur menanamkan nilai kebaikan bagi anak-anaknya. Tapi kenyataan hari ini sering berbeda: banyak ayah yang mengejar kehormatan dunia, tapi kehilangan arah dalam mendidik keluarga.

ADVERTISEMENT

Ada yang sibuk menimbun harta, namun miskin kasih dan waktu. Ada yang membangun rumah megah, tapi lupa menegakkan tiang iman di dalamnya.

Ketika serangga takkan pernah jadi kura-kura, itu bukan bentuk hinaan, melainkan pengingat bahwa setiap makhluk punya takdir dan kelebihan masing-masing.

Namun banyak manusia justru memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Dalam upaya mengejar pengakuan, banyak yang lupa jati diri dan lupa batas kodratnya. Padahal, kebesaran seseorang justru lahir dari kejujuran menerima diri, bukan dari kepura-puraan.

Kita bisa memoles diri dengan emas, mengenakan topeng kebaikan, dan berbicara seolah penuh iman. Tapi pada akhirnya, waktu akan menyingkap segalanya. Loyang tetaplah loyang, meski disepuh seindah apa pun. Begitu juga manusia: jika hatinya kosong dari iman, maka segala kemegahan dunia hanyalah fatamorgana yang perlahan pudar.

Sebagai anak, kita mungkin kecewa melihat ayah yang dulu dianggap pahlawan ternyata manusia biasa — bisa salah, bisa rapuh, bahkan bisa tersesat. Tapi di situlah pelajaran besar kehidupan: iman itu perjalanan, bukan pencapaian tetap. Ada masa naik, ada masa turun. Ada ayah yang belajar dari luka, ada pula yang tenggelam dalam nafsu dunia. Namun setiap kisah selalu menyisakan makna bagi siapa pun yang mau merenung.

Maka, iman seorang ayah memang belum tentu sama. Tapi dari sanalah kita belajar: jangan menilai hanya dari rupa, jangan mengukur hanya dari kilau. Karena dalam hidup, yang tampak tua bisa saja rapuh, dan yang terlihat muda bisa jadi lebih kokoh dalam iman.

Belalang tidak perlu iri pada elang, sebab keduanya punya peran dalam keseimbangan alam. Begitu juga manusia: tak semua harus terbang tinggi untuk berarti. Yang penting adalah tetap jujur pada diri, teguh pada keyakinan, dan berani menjaga kebaikan di tengah dunia yang gemerlap tapi semu.

Dan pada akhirnya, ketika segalanya kembali pada sunyi, yang tersisa bukan emas, bukan loyang, bukan kilau. Yang tersisa hanyalah iman—sekuat apa pun atau selemah apa pun, ia adalah cermin sejati dari siapa kita sebenarnya.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Tags: #ayah#emas#iman#loyang

BeritaTerkait

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

by PUTRI ANDY
18 Januari 2026
0

RIAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan mulia dan strategis. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan menyiapkan...

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO : Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

by PUTRI ANDY
2 Januari 2026
0

RIAU - Ada saatnya bencana berhenti menjadi peristiwa alam, lalu berubah menjadi indikator politik. Sumatera belakangan ini menampakkan itu secara...

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

by Ramdhan Kurnia Putra
1 Januari 2026
0

OPINI - Mencari makan adalah naluri dasar manusia. Namun ketika naluri itu berubah menjadi pembenaran untuk merampas hak orang lain,...

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat

by PUTRI ANDY
2 Desember 2025
0

OPINI - Kami Tidak Mencuri, kami membeli. Kami hanya mencari makan.Kalimat ini kerap menjadi pembelaan para pemain mafia Bio Solar...

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

by PUTRI ANDY
25 November 2025
0

OPINI - maling teriak maling Ungkapan selalu relevan ketika pihak yang paling vokal menuduh orang lain justru memiliki rekam jejak...

Riauku Sayang, Riauku yang Malang: Empat Gubernur, Satu Dosa yang Sama

Riauku Sayang,Riauku yang Malang: Empat Gubernur, Satu Dosa yang Sama

by PUTRI ANDY
6 November 2025
0

OPINI - Empat kali. Itu bukan angka kebetulan, melainkan catatan kelam yang terus berulang di bumi Lancang Kuning. Saleh Djasit,...

Next Post
Dua Pelaku Penambangan Emas ilegal Ditangkap Polda Riau

Dua Pelaku Penambangan Emas ilegal Ditangkap Polda Riau

Kebakaran Hebat di Bathin Solapan, Tiga Ruma Dilalap Api

Busana Tradisional Melayu: Warisan Adat yang Menjaga Martabat dan Jati Diri

Busana Tradisional Melayu: Warisan Adat yang Menjaga Martabat dan Jati Diri

Hari Pahlawan, Gubernur Riau SF Hariyanto Serukan Semangat Juang untuk Pembangunan Riau

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala

Polres Kampar Sikat Judi Sabung Ayam, Kapolres: 'Tidak Ada Ruang untuk Perjudian!

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Ramadhan Retak! Bukber Polres Bengkalis Picu Amarah Insan Pers

2 minggu yang lalu

Pengumuman Libur Untuk Siswa, PAUD, SD, SMP Se-Kabupaten Bengkalis

4 tahun yang lalu

Cara Membuat Paspor Bagi Warga Duri : Syarat Dokumen, Biaya dan Pendaftaran M-Paspor

Cara Membuat Paspor Bagi Warga Duri : Syarat Dokumen, Biaya dan Pendaftaran M-Paspor
by PUTRI ANDY
5 Maret 2026
0

DURI - Bagi masyarakat Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang ingin membuat atau memperpanjang paspor, layanan utama berada di Kantor...

Selengkapnya

Kadis Ardiansyah: Dishub Bengkalis Siapkan Lima Kapal Penyeberangan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

Kadis (Kepala Dinas) Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah melalui Kepala Bidang Pelayaran Edi Kurniawan menyampaikan kepada KabarDuri.net bahwa pihaknya mulai mempersiapkan berbagai sarana transportasi menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis,(5/03/2026). FOTO : Disparbudpora Bengkalis
by PUTRI ANDY
5 Maret 2026
0

DURI - Kadis (Kepala Dinas) Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah melalui Kepala Bidang Pelayaran Edi Kurniawan menyampaikan kepada KabarDuri.net bahwa pihaknya...

Selengkapnya

Berangkat Kerja ke Malaysia, TKW Asal Siak Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polda Riau Turun Tangan

Berangkat Kerja ke Malaysia, TKW Asal Siak Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polda Riau Turun Tangan
by PUTRI ANDY
5 Maret 2026
0

SIAK - Perempuan Asal Siak Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polda Riau Lakukan Penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda...

Selengkapnya

Daftar ATM Pencahan 20 Ribu di Pekanbaru Untuk Lebaran 2026

Daftar ATM Pencahan 20 Ribu di Pekanbaru Untuk Lebaran 2026
by PUTRI ANDY
5 Maret 2026
0

PEKANBARU – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil mulai meningkat. Tradisi berbagi uang kepada anak-anak...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist