ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN
    • E KORAN KABARDURI
Rabu, April 15, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

by PUTRI ANDY
14 Maret 2026
in Opini
Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

0
SHARES
113
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

DURI – Riau kembali dihadapkan pada ironi yang sulit diterima akal sehat. Seorang pejabat yang sebelumnya dipercaya menjadi Gubernur Riau, memegang amanah oleh rakyat justru pulang ke Riau dengan status tersangka kasus korupsi setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ia datang bukan sebagai pemimpin yang dielu-elukan, melainkan sebagai tersangka yang mengenakan rompi oranye – simbol yang selama ini identik dengan proses hukum terhadap dugaan korupsi.

BacaJuga

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

Namun pemandangan yang terjadi justru membuat banyak orang menggelengkan kepala.

Kedatangannya disambut dengan tabuhan kompang. Tradisi yang biasanya dipakai dalam budaya Melayu untuk menyambut tamu kehormatan atau acara sakral itu mendadak berubah makna.

Kompang yang seharusnya menggema dalam suasana kehormatan, justru terdengar mengiringi kedatangan seorang tersangka kasus korupsi.

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?
Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Peristiwa ini bukan sekadar soal penyambutan. Ia menjadi cermin dari persoalan yang lebih dalam: bagaimana sebagian masyarakat masih memandang tokoh politik dengan loyalitas yang berlebihan, bahkan ketika tokoh tersebut sedang berhadapan dengan proses hukum.

Korupsi bukanlah perkara kecil. Ia bukan sekadar pelanggaran administrasi atau kesalahan teknis dalam jabatan.

Korupsi adalah tindakan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Setiap rupiah yang disalahgunakan seharusnya menjadi dana pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.

Ketika seorang pejabat diduga menyalahgunakan amanah, yang sebenarnya terluka adalah kepercayaan masyarakat. Rakyat memilih, rakyat berharap, dan rakyat mempercayakan masa depan daerah kepada para pemimpinnya. Ketika kepercayaan itu runtuh, dampaknya tidak hanya pada hukum, tetapi juga pada moral masyarakat.

Di tanah Melayu, nilai amanah dan marwah selalu menjadi dasar kepemimpinan. Seorang pemimpin dihormati karena integritasnya, karena kemampuannya menjaga kepercayaan rakyat, bukan semata-mata karena kekuasaan yang pernah dimilikinya.

Karena itu, pemandangan penyambutan dengan kompang terhadap seorang tersangka kasus korupsi menimbulkan pertanyaan besar. Apakah kita sedang kehilangan batas antara menghormati seseorang dan membenarkan kesalahan?

Negara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan publik.

Jika seseorang yang sedang tersangkut kasus korupsi disambut layaknya tokoh kehormatan, pesan yang sampai kepada publik—terutama generasi muda – menjadi sangat berbahaya.

Seolah-olah jabatan dan pengaruh bisa menghapus kesalahan, seolah-olah pengkhianatan terhadap amanah rakyat masih bisa dimaklumi.

ADVERTISEMENT

Padahal, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum seperti KPK. Perang melawan korupsi juga membutuhkan keberanian masyarakat untuk bersikap tegas terhadap praktik yang merugikan negara.

Budaya membela tokoh secara membabi buta justru dapat melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Kritik yang sehat dan kesadaran kolektif jauh lebih penting daripada loyalitas yang tidak pada tempatnya.

Peristiwa ini seharusnya menjadi refleksi bersama bagi masyarakat Riau. Bahwa kehormatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kekayaan alam atau besarnya kekuasaan politik, tetapi juga dari keberanian masyarakatnya dalam menjaga nilai kejujuran.

Rompi oranye yang dikenakan seorang tersangka korupsi seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuasaan tanpa integritas hanya akan berujung pada kehancuran kepercayaan publik.

Jika tradisi kompang digunakan untuk menyambut seseorang yang sedang tersandung dugaan korupsi, maka yang perlu dipertanyakan bukan hanya peristiwanya—tetapi juga cara kita memaknai kehormatan itu sendiri.

Sebab pada akhirnya, sebuah negeri akan dihormati bukan karena kerasnya suara kompang yang ditabuh, melainkan karena tegaknya nilai keadilan dan kejujuran di tengah masyarakatnya.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Source: Liputan Khusus
Via: Ramadhan Kurniawan putra
Tags: #jatah preman#kompang#OTT kpk

BeritaTerkait

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media : Foto ; Ilustrasi AI

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

by PUTRI ANDY
8 Maret 2026
0

DURI - Pernyataan seorang oknum humas yang menyebut media “terlalu maju” dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp di Kecamatan Mandau,...

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

by PUTRI ANDY
18 Januari 2026
0

RIAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan mulia dan strategis. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan menyiapkan...

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO : Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

by PUTRI ANDY
2 Januari 2026
0

RIAU - Ada saatnya bencana berhenti menjadi peristiwa alam, lalu berubah menjadi indikator politik. Sumatera belakangan ini menampakkan itu secara...

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

by Ramdhan Kurnia Putra
1 Januari 2026
0

OPINI - Mencari makan adalah naluri dasar manusia. Namun ketika naluri itu berubah menjadi pembenaran untuk merampas hak orang lain,...

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat

by PUTRI ANDY
2 Desember 2025
0

OPINI - Kami Tidak Mencuri, kami membeli. Kami hanya mencari makan.Kalimat ini kerap menjadi pembelaan para pemain mafia Bio Solar...

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

by PUTRI ANDY
25 November 2025
0

OPINI - maling teriak maling Ungkapan selalu relevan ketika pihak yang paling vokal menuduh orang lain justru memiliki rekam jejak...

Next Post

SPPG Buluh Manis Gelar Buka Puasa Bersama Relawan dan Kepala Sekolah Penerima Manfaat

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Mandau dan Rupat, Tiga Pelaku Diamankan

Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, Tarif Tol Pekanbaru–Dumai Diskon 30 Persen

Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, Tarif Tol Pekanbaru–Dumai Diskon 30 Persen

Jelang Idulfitri 2026, Harga Bahan Pokok di Riau Stabil 

Jelang Idulfitri 2026, Harga Bahan Pokok di Riau Stabil 

Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkoba, Tiga Pria Diamankan di Pematang Pudu dan Balai Makam

Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkoba, Tiga Pria Diamankan di Pematang Pudu dan Balai Makam

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Banjir Bandang di Malalak Timur ( FOTO : Antara Sumbar)

Banjir Bandang di Malalak Timur, Dua Warga Dilaporkan Hilang

5 bulan yang lalu

Warga Jalan Asrama Tribrata dan Jalan Tribrata Duri Alami Pemadaman Listrik Sejak Dini Hari

1 tahun yang lalu

Festival Bakar Tongkang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Kemeriahan Ritual Ikonik di Bagansiapiapi

by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

RIAU - Di balik julukan "Hong Kong Van Sumatra", Kota Bagansiapiapi menyimpan sebuah tradisi tahunan yang menjadi magnet bagi ribuan...

Selengkapnya

Kadisdik Riau Erisman Yahya: Perpisahan Sekolah Cukup Sederhana, Tak Harus di Hotel

Kadisdik Riau Erisman Yahya: Perpisahan Sekolah Cukup Sederhana, Tak Harus di Hotel
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Pemerintah Provinsi RiauProvinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau kembali menegaskan imbauan kepada seluruh SMA/SMK negeri dan SLB...

Selengkapnya

Polsek Mandau Tangkap Pengedar dan DPO Narkoba dalam Sehari di Bathin Solapan

Polsek Mandau Tangkap Pengedar dan DPO Narkoba dalam Sehari di Bathin Solapan
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Polsek Mandau, terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...

Selengkapnya

6 Senjata Tradisional Khas Riau yang Sarat Sejarah, Nomor 3 Paling Ditakuti

Senjata Tradisional Khas Riau
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Masyarakat Melayu di Provinsi Riau sejak dahulu telah mengenal berbagai jenis senjata tradisional Khas Riau yang digunakan untuk...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist