ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN
    • E KORAN KABARDURI
Rabu, April 15, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

by PUTRI ANDY
2 Januari 2026
in Opini
Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO : Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam. FOTO :Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

0
SHARES
158
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

RIAU – Ada saatnya bencana berhenti menjadi peristiwa alam, lalu berubah menjadi indikator politik. Sumatera belakangan ini menampakkan itu secara telanjang: banjir bandang dan longsor meluas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menimbulkan duka yang tak lagi bisa ditampung oleh ungkapan “cuaca ekstrem”.

Data BNPB yang dikutip media pada 26 Desember 2025 menyebut korban meninggal mencapai 1.135 jiwa, 173 orang masih dinyatakan hilang, 489,6 ribu warga mengungsi, dan 157.838 rumah mengalami kerusakan. Angka itu bukan sekadar deret; ia adalah potret runtuhnya rasa aman publik dan rapuhnya daya lindung ruang hidup.

BacaJuga

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

Di titik ini, kita perlu berani menarik garis tegas: hujan mungkin pemicu, tetapi skala tragedi adalah hasil kerja panjang kebijakan. Di dunia kebencanaan, risiko bukan hanya soal hazard; ia tumbuh dari paparan penduduk, kerentanan sosial-ekonomi, kapasitas kelembagaan, dan karakter lingkungan yang sudah diubah manusia. Kalau begitu, pertanyaan yang pantas diajukan bukan “mengapa hujan deras?”, melainkan “mengapa hujan deras selalu menang telak?”

Tata ruang: teks hukum yang sering “dihormati” hanya saat seminar

Indonesia tak kekurangan perangkat normatif. UU Penanggulangan Bencana menegaskan penanggulangan bencana adalah rangkaian upaya dari pencegahan hingga pemulihan, yang seharusnya melekat pada tata kelola pembangunan. UU Penataan Ruang menempatkan ruang sebagai sistem perencanaan–pemanfaatan–pengendalian, dan secara terang mengakui negeri ini rawan bencana sehingga penataan ruang harus berbasis mitigasi. Bahkan Badan Geologi pernah mengingatkan: mitigasi risiko salah satunya dimulai dari tata ruang yang mempertimbangkan potensi bencana.

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO :  Hafizh Muthalib

Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang
Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam. FOTO :Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Namun yang sering terjadi di lapangan justru sebaliknya, tata ruang diperlakukan sebagai dokumen administratif yang bisa dinegosiasikan, bukan rambu keselamatan yang harus ditegakkan. Ruang hidup berubah menjadi arena kompromi: antara target pertumbuhan dan daya dukung, antara kebutuhan investasi dan perlindungan kawasan lindung, antara logika jangka pendek dan risiko jangka panjang. Begitu rencana ruang lentur, pelanggaran tak lagi tampak sebagai pelanggaran, ia berubah menjadi realitas yang kemudian minta dilegalkan.

Di sinilah akal sehat tenggelam pelan-pelan. Sempadan sungai dipersempit oleh bangunan dan aktivitas, lereng diperlakukan sebagai lahan biasa, hulu kehilangan tutupan; hilir menanggung debit, drainase kota bekerja di bawah kapasitas, dan ketika air datang membawa material, ia bukan hanya menggenangi, ia merobohkan. Tragedi semacam ini bukan kecelakaan satu malam, ia akumulasi kebijakan bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

Politik Respons Cepat vs Politik Pencegahan

Setiap bencana besar selalu memunculkan energi solidaritas yang mengharukan. Posko berdiri, relawan bergerak, logistik dikerahkan. Tetapi solidaritas tidak boleh menjadi selimut yang menutup akar masalah. Sebab ada paradoks kronis: negara sering terlihat paling sigap dalam fase darurat, tetapi paling lambat dalam fase tidak terjadi apa-apa. fase yang justru menentukan apakah bencana akan berulang.

Ambil contoh operasi modifikasi cuaca sebagai upaya menekan hujan dan mencegah banjir susulan; BNPB dilaporkan mengerahkan sembilan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak hingga 26 Desember 2025. Ini menunjukkan kapasitas teknis dapat digerakkan besar-besaran. Namun, OMC tetaplah tindakan hilir, ia bekerja setelah risiko menumpuk. Ia ibarat memadamkan api yang sudah menjilat dinding, sementara kabel-kabel semrawut yang memicu korsleting dibiarkan tetap begitu.

Ironinya, kerangka kebijakan kita sendiri sudah menekankan bahwa pengurangan risiko dilakukan terutama saat sedang tidak terjadi bencana. UU Penanggulangan Bencana memuat mandat perencanaan, pengurangan risiko, pencegahan, pemaduan dalam perencanaan pembangunan, hingga penegakan rencana tata ruang sebagai bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi normal. Bahkan pencegahan secara eksplisit mencakup pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup.

Jika mandatnya sudah jelas, mengapa pencegahan selalu kalah? Di sinilah bencana bertemu politik anggaran dan politik insentif. Pencegahan tidak selalu memberi panggung, tidak mudah dipamerkan sebagai peresmian, dan hasilnya tidak instan. Sebaliknya, proyek fisik dan respons darurat memiliki visibilitas tinggi, mudah dihitung, dan cepat dibingkai sebagai kerja nyata. Dalam logika politik elektoral, yang cepat terlihat sering mengalahkan yang benar-benar menyelamatkan.

Ketika tata kelola risiko melemah, bencana menjadi normal

Sendai Framework: kerangka global pengurangan risiko bencana, menempatkan penguatan tata kelola risiko sebagai prioritas utama, disertai investasi pengurangan risiko dan kesiapsiagaan yang terintegrasi. Pesannya sederhana, bencana bukan semata urusan alam, tetapi urusan governance. Serta tata kelola selalu menyangkut pertanyaan kuasa: siapa menentukan pemanfaatan ruang, siapa mengawasi, siapa menegakkan, siapa mendapat manfaat, dan siapa memikul akibat.

Karena itu, bencana Sumatera kali ini patut dibaca sebagai audit kepemimpinan ruang. Ketika pengawasan lemah, pelanggaran ruang menjadi kebiasaan. Ketika sanksi tidak konsisten, pencegahan jadi sekadar slogan. Ketika RDTR dan perangkat pengendalian tak diperlakukan sebagai prasyarat investasi, yang terjadi ialah investasi atas nama pembangunan yang diam-diam memproduksi risiko.

Di Sumatera Barat sendiri, status tanggap darurat sampai harus diperpanjang, sebuah penanda bahwa krisis tidak singkat dan dampaknya panjang. BNPB mencatat perpanjangan status tanggap darurat oleh Pemprov Sumbar sampai 22 Desember 2025 (keputusan rapat 9 Desember 2025). Tetapi perpanjangan status, seberapa pun pentingnya, tetap tidak menjawab pertanyaan inti: setelah air surut, apakah kebijakan ruang ikut diperbaiki?

Pembenahan Kebijakan: Mengembalikan Akal Sehat

Kalau kita sepakat bencana ini bukan sekadar cuaca, maka pembenahan pun harus melampaui bantuan. Ada empat agenda yang menurut saya, tidak bisa lagi untuk ditunda. Pertama, Audit menyeluruh pemanfaatan ruang berbasis risiko; dari hulu hingga hilir, dengan standar yang dapat diuji publik. Audit tidak boleh berhenti di temuan, ia harus berujung pada keputusan penghentian aktivitas di zona berisiko tinggi, pemulihan kawasan lindung, dan penertiban sempadan yang konsisten.

Kedua, Penegakan tata ruang harus diperlakukan sebagai kerja keselamatan, bukan urusan teknis dinas semata; UU Penanggulangan Bencana sudah menempatkan penegakan rencana tata ruang sebagai bagian dari agenda pengurangan risiko. Ini berarti penataan ruang bukan sekadar peta; ia instrumen melindungi nyawa.

Ketiga, Reorientasi anggaran; porsi preventif harus naik secara nyata. Jika kerusakan rumah saja sudah mencapai ratusan ribu unit, biaya sosial-ekonomi dari kebijakan reaktif akan selalu lebih mahal daripada investasi pencegahan. Pembangunan drainase berbasis ekosistem, restorasi hulu, pemetaan risiko yang diperbarui, serta relokasi yang adil, semuanya mungkin tidak semenarik proyek mercusuar, tetapi itulah yang mengurangi korban.

Keempat, Akuntabilitas politik; Setiap bencana besar harus menghasilkan evaluasi kebijakan yang menyentuh akar, bagaimana izin ruang diterbitkan, bagaimana pengawasan berjalan, bagaimana sanksi diterapkan, dan siapa bertanggung jawab atas kelalaian institusional. Tanpa konsekuensi, kita hanya mengulang siklus: banjir-bantuan-lupa-banjir lagi.

Simpulan: Akal Sehat Tata Ruang Harus Menjadi Keputusan, Bukan Wacana

Rakyat di Aceh, Sumut, dan Sumbar terbukti punya daya lenting yang keras kepala, bertahan, menolong, dan memulai lagi. Tetapi ketangguhan warga tidak boleh terus-menerus dijadikan bantalan untuk menutup kegagalan kebijakan. Saat korban menembus ribuan dan rumah rusak ratusan ribu, kita sedang membaca laporan panjang tentang tata kelola yang tak tuntas.

Maka judul ini bukan metafora berlebihan. Ketika Sumatera terendam, yang ikut tenggelam bukan hanya jalan, ladang, dan rumah. Melainkan juga akal sehat tata ruang, kemampuan negara untuk memilih keputusan yang melindungi warganya lebih dulu daripada melayani kepentingan jangka pendek. Jika setelah bencana sebesar ini kita masih sibuk merawat eufemisme, maka banjir berikutnya tinggal menunggu kalender musim. Dan kita, sekali lagi, akan menulis duka, bukan perubahan.

Hafizh Muthalib – Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Tags: #bencana alam#Bencana Sumatera#opini#Sumatera

BeritaTerkait

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

by PUTRI ANDY
14 Maret 2026
0

DURI - Riau kembali dihadapkan pada ironi yang sulit diterima akal sehat. Seorang pejabat yang sebelumnya dipercaya menjadi Gubernur Riau,...

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media : Foto ; Ilustrasi AI

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

by PUTRI ANDY
8 Maret 2026
0

DURI - Pernyataan seorang oknum humas yang menyebut media “terlalu maju” dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp di Kecamatan Mandau,...

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

by PUTRI ANDY
18 Januari 2026
0

RIAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan mulia dan strategis. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan menyiapkan...

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

by Ramdhan Kurnia Putra
1 Januari 2026
0

OPINI - Mencari makan adalah naluri dasar manusia. Namun ketika naluri itu berubah menjadi pembenaran untuk merampas hak orang lain,...

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat

by PUTRI ANDY
2 Desember 2025
0

OPINI - Kami Tidak Mencuri, kami membeli. Kami hanya mencari makan.Kalimat ini kerap menjadi pembelaan para pemain mafia Bio Solar...

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

by PUTRI ANDY
25 November 2025
0

OPINI - maling teriak maling Ungkapan selalu relevan ketika pihak yang paling vokal menuduh orang lain justru memiliki rekam jejak...

Next Post
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inhil

Pipa Gas PT TGI Meledak di Inhil

Pipa Gas PT TGI Terbakar di Batu Ampar, 10 Warga Jadi Korban

Pipa Gas PT.TGI Terbakar di Batu Ampar, 10 Warga Jadi Korban

BREAKING NEWS: Satu Unit Rumah Warga Terbakar di Bathin Solapan

Dirlantas Polda Riau Pastikan Jalintim Kembali Normal

Wali Kota Pekanbaru Tinjau Penataan TPA Muara Fajar, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Wali Kota Pekanbaru Tinjau Penataan TPA Muara Fajar, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Iwan sakai Dukung Penuh Langkah Bupati Bengkalis Libatkan BUMD

5 tahun yang lalu

Perbaikan Jalan Pekan Tua Inhil Gunakan Geotekstil, Truk Batubara Sumber Masalah

3 tahun yang lalu

Kadisdik Riau Erisman Yahya: Perpisahan Sekolah Cukup Sederhana, Tak Harus di Hotel

Kadisdik Riau Erisman Yahya: Perpisahan Sekolah Cukup Sederhana, Tak Harus di Hotel
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Pemerintah Provinsi RiauProvinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau kembali menegaskan imbauan kepada seluruh SMA/SMK negeri dan SLB...

Selengkapnya

Polsek Mandau Tangkap Pengedar dan DPO Narkoba dalam Sehari di Bathin Solapan

Polsek Mandau Tangkap Pengedar dan DPO Narkoba dalam Sehari di Bathin Solapan
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Polsek Mandau, terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...

Selengkapnya

6 Senjata Tradisional Khas Riau yang Sarat Sejarah, Nomor 3 Paling Ditakuti

Senjata Tradisional Khas Riau
by PUTRI ANDY
15 April 2026
0

DURI - Masyarakat Melayu di Provinsi Riau sejak dahulu telah mengenal berbagai jenis senjata tradisional Khas Riau yang digunakan untuk...

Selengkapnya

KDRT di Duri, Aksi Kekerasan Suami Berakhir di Sel Tahanan

KDRT di Duri, Aksi Kekerasan Suami Berakhir di Sel Tahanan
by PUTRI ANDY
14 April 2026
0

DURI - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Seorang pria berinisial R.M....

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist