“Jembatan Ketam Putih ini krusial jika dilihat dari sisi ketahanan dan keamanan NKRI. Karena ini berada di pulau terluar, di sisi utara dan timurnya merupakan perbatasan negara Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.
Dilanjutkan Reni, jika dikaji dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, saat jembatan ini dibangun akan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Masyarakatnya kebanyakan kan petani, jika ada jembatan, diharapkan hasil pertanian dapat disampaikan kepada konsumen lebih cepat. Kualitas hasil taninya pun lebih bagus,” terangnya.
Dijelaskannya lebih lanjut, akan ada dampak tidak langsung bagi masyarakat disana. Yakni, mengurangi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Meranti.
“Dalam proses pembangunan jembatan sendiri bisa dimanfaatkan tenaga kerja konstruksi dari dua Kabupaten tersebut, bisa dipertimbangkan nantinya,” ujarnya.
Turut hadir Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, M Arief Setiawan, Mantan Gubernur Riau pada masanya selaku pemuka masyarakat Kabupaten Meranti, Wan Abu Bakar, Kepala OPD terkait, dan tamu undangan lainnya.*Ayu
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















