DURI – Bencana tanah longsor Susulan kembali mengguncang kawasan pesisir Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (18/6/2026) siang.
Teriakan histeris warga pecah saat tanah di tepi sungai tiba-tiba bergerak dan menyebabkan bangunan yang berdiri di atasnya roboh.
Warga berlarian menyelamatkan diri setelah mendengar suara kayu patah dan retakan tanah yang semakin membesar.
Salah seorang warga, Bambang, mengaku menyaksikan langsung detik-detik terjadinya longsor tersebut. Ia bersama warga lainnya segera memperingatkan masyarakat agar meninggalkan rumah mereka.

“Kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB. Tiba-tiba terdengar suara kayu patah dan gemuruh yang sangat kuat. Kami langsung berteriak meminta semua orang keluar rumah,” ujar Bambang.
Menurutnya, sejumlah warga sebelumnya sudah merasakan adanya tanda-tanda yang tidak biasa di sekitar lokasi. Ketika longsor terjadi, warga langsung berhamburan menyelamatkan diri.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebagian penghuni rumah yang terdampak telah meninggalkan bangunan mereka sebelum longsor susulan terjadi.
Setelah beberapa rumah ambruk ke sungai, kepanikan sempat melanda kawasan tersebut. Warga sekitar kemudian berdatangan untuk membantu korban dan mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Peristiwa ini merupakan longsor susulan setelah kejadian serupa yang terjadi pada Selasa (16/6/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, mengatakan longsor terbaru terjadi di Jalan Merdeka RT 001/RW 001, Kelurahan Kuala Enok.
“Kejadian terjadi pada pukul 12.25 WIB. Tidak ada korban jiwa. Namun enam unit rumah yang dihuni empat kepala keluarga serta dua lapak tempat usaha mengalami kerusakan akibat longsor,” jelas Arliansyah.
BPBD mencatat total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Hingga kini, kondisi di lokasi masih terus dipantau mengingat kawasan pesisir Kuala Enok masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Pemerintah daerah bersama BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar tempat tinggal mereka.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













