DURI– Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, sejumlah titik kemacetan dan kerawanan di jalur lintas Riau–Sumatera Barat diprediksi kembali menjadi perhatian.
Berdasarkan pembaruan data per Februari 2026, jalur utama via Kampar hingga wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota di Sumbar masih memiliki sejumlah lokasi rawan macet, longsor, hingga kerusakan jalan, Jum’at (27/02/2026).

Para pemudik diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, memantau kondisi lalu lintas, serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.
Titik Krusial Jalur Riau–Sumbar via Kampar
Beberapa titik di jalur utama Riau menuju Sumbar diprediksi menjadi pusat kepadatan kendaraan saat puncak mudik Lebaran.
- Lembah Anai
Titik paling krusial berada di kawasan Lembah Anai dengan sistem buka-tutup di KM 66+700 akibat pengerjaan jalan. Meski ditargetkan fungsional 24 jam pada H-10 Lebaran, lokasi ini diperkirakan tetap menjadi titik kemacetan utama karena volume kendaraan yang tinggi.
- Tanjung Alai, Kampar
Di wilayah Kampar, bekas longsor di Tanjung Alai menyebabkan jalan berlubang dan rawan kecelakaan. Petugas telah memasang rambu peringatan serta melakukan penambalan sementara menjelang arus mudik.
- Manggilang – Pangkalan (Koto Baru)
Ruas jalan ini kerap mengalami kemacetan panjang akibat penyempitan jalur dan aktivitas pasar tumpah yang mengganggu arus kendaraan.
- KM 109 Perbatasan Riau–Sumbar
Titik di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota ini dilaporkan mengalami kerusakan jalan yang memperlambat laju kendaraan, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Titik Trouble Spot dan Black Spot di Sumbar
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memetakan sekitar 20–26 titik rawan macet di jalur utama mudik, di antaranya
- Simpang Piladang dan Lembah Harau – Pertemuan arus padat kendaraan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
- Padang Luar dan Pasar Koto Baru – Lokasi klasik kemacetan akibat aktivitas pasar di jalur Bukittinggi–Padang Panjang.
- Bukittinggi – Payakumbuh – Lonjakan kendaraan di jalur ini kerap membuat waktu tempuh membengkak hingga dua kali lipat pada puncak arus mudik.
Upaya Mitigasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Pemerintah dan kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.
- Optimalisasi Jalur Alternatif Malalak
Jalur Malalak dipersiapkan sebagai rute alternatif guna mengurai kepadatan di kawasan Lembah Anai. - Percepatan Perbaikan Jalan
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menargetkan perbaikan jalan di ruas strategis rampung maksimal H-7 Lebaran. - Pos Pengamanan dan Siaga Petugas
Personel akan ditempatkan di titik rawan longsor dan kecelakaan, terutama di area pengerjaan jalan.
Tips Aman Mudik Lebaran 2026
Pemudik diimbau untuk:
- Memantau informasi resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
- Menggunakan aplikasi Mitra Darat untuk melihat kondisi jalan, rest area, dan rekayasa lalu lintas terbaru.
- Berangkat lebih awal atau di luar jam puncak.
- Memastikan kondisi kendaraan prima sebelum perjalanan.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, pemudik di jalur Riau–Sumbar diminta tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Perencanaan perjalanan yang baik diharapkan dapat mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan selama mudik Lebaran 2026.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















