KabarDuri.id , DURI – Seperti mendadak dangdut, kata “berani” pun belakangan telah mengalami pelemahan arti, bahkan biasa dipolitisasi. Fenomena itu kini juga semakin terasa, ketika alih kelola blok Rokan, dari Chevron ke Pertamina Hulu Rokan. Aroma ungkapan, “maju tak gentar, membela yang bayar”, terendus di ruang-ruang publik.
Keberanian itu muncul seperti api yang menyala, mendadak berani karena perusahaan Amerika sudah mau angkat kaki. Head to head dengan manajemen Amerika, rupanya minder juga. Ingat, untuk masuk “Gate” Chevron saja, ketatnya seperti “negara dalam negara”.
Bila tidak aral, mulai 9 Agustus 2021 nanti Blok Rokan sudah 100% Indonesia. Kita berharap Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan memberi yang terbaik bagi Indonesia, dan memberi yang terbaik bagi Riau. Kekuatan dan kearifan tempatan, tinggal disinergikan dalam komunikasi bisnis yang elegan.
Untuk itu, berani saja tak cukup, harus juga bermodal. Modal kerja keras saja tak cukup, harus cerdas. High capital, high risk, high technology, menuntut kecerdasan, dan etos kerja yang tinggi.
9 Agustus 2021, tinggal menghitung hari. Layaknya hitung mundur (countdown), sudah dimana posisi kita sekarang. Masih mau minta atau “minta-minta” saham ke PHR? Business to Business, layaknya entitas bisnis, tinggal mengajukan penawaran. Dah tu aja!
“Adat hidup sekampung, sakit senang sama ditampung, laba rugi sama dihitung, beban dan hutang sama ditanggung”.
Berani itu, pantang pulang sebelum menang. Semangatnya ekonomi kerakyatan yang diamanatkan konstitusi:
“Bumi, air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya, dikuasai oleh Negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” (Pasal 33, ayat 3 UUD 1945). ( DuriTimes.com )
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.