ADVERTISEMENT
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN
    • E KORAN KABARDURI
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
KabarDuri
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Home
  • Riau
  • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
No Result
View All Result
KabarDuri
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

by PUTRI ANDY
14 Maret 2026
in Opini
Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

0
SHARES
116
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook
ADVERTISEMENT

DURI – Riau kembali dihadapkan pada ironi yang sulit diterima akal sehat. Seorang pejabat yang sebelumnya dipercaya menjadi Gubernur Riau, memegang amanah oleh rakyat justru pulang ke Riau dengan status tersangka kasus korupsi setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ia datang bukan sebagai pemimpin yang dielu-elukan, melainkan sebagai tersangka yang mengenakan rompi oranye – simbol yang selama ini identik dengan proses hukum terhadap dugaan korupsi.

BacaJuga

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

Namun pemandangan yang terjadi justru membuat banyak orang menggelengkan kepala.

Kedatangannya disambut dengan tabuhan kompang. Tradisi yang biasanya dipakai dalam budaya Melayu untuk menyambut tamu kehormatan atau acara sakral itu mendadak berubah makna.

Kompang yang seharusnya menggema dalam suasana kehormatan, justru terdengar mengiringi kedatangan seorang tersangka kasus korupsi.

Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?
Rompi Oranye, Kompang Bergema: Beginikah Cara Kita Memuliakan Koruptor ?

Peristiwa ini bukan sekadar soal penyambutan. Ia menjadi cermin dari persoalan yang lebih dalam: bagaimana sebagian masyarakat masih memandang tokoh politik dengan loyalitas yang berlebihan, bahkan ketika tokoh tersebut sedang berhadapan dengan proses hukum.

Korupsi bukanlah perkara kecil. Ia bukan sekadar pelanggaran administrasi atau kesalahan teknis dalam jabatan.

Korupsi adalah tindakan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Setiap rupiah yang disalahgunakan seharusnya menjadi dana pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.

Ketika seorang pejabat diduga menyalahgunakan amanah, yang sebenarnya terluka adalah kepercayaan masyarakat. Rakyat memilih, rakyat berharap, dan rakyat mempercayakan masa depan daerah kepada para pemimpinnya. Ketika kepercayaan itu runtuh, dampaknya tidak hanya pada hukum, tetapi juga pada moral masyarakat.

Di tanah Melayu, nilai amanah dan marwah selalu menjadi dasar kepemimpinan. Seorang pemimpin dihormati karena integritasnya, karena kemampuannya menjaga kepercayaan rakyat, bukan semata-mata karena kekuasaan yang pernah dimilikinya.

Karena itu, pemandangan penyambutan dengan kompang terhadap seorang tersangka kasus korupsi menimbulkan pertanyaan besar. Apakah kita sedang kehilangan batas antara menghormati seseorang dan membenarkan kesalahan?

Negara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan publik.

ADVERTISEMENT

Jika seseorang yang sedang tersangkut kasus korupsi disambut layaknya tokoh kehormatan, pesan yang sampai kepada publik—terutama generasi muda – menjadi sangat berbahaya.

Seolah-olah jabatan dan pengaruh bisa menghapus kesalahan, seolah-olah pengkhianatan terhadap amanah rakyat masih bisa dimaklumi.

Padahal, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum seperti KPK. Perang melawan korupsi juga membutuhkan keberanian masyarakat untuk bersikap tegas terhadap praktik yang merugikan negara.

Budaya membela tokoh secara membabi buta justru dapat melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Kritik yang sehat dan kesadaran kolektif jauh lebih penting daripada loyalitas yang tidak pada tempatnya.

Peristiwa ini seharusnya menjadi refleksi bersama bagi masyarakat Riau. Bahwa kehormatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kekayaan alam atau besarnya kekuasaan politik, tetapi juga dari keberanian masyarakatnya dalam menjaga nilai kejujuran.

Rompi oranye yang dikenakan seorang tersangka korupsi seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuasaan tanpa integritas hanya akan berujung pada kehancuran kepercayaan publik.

Jika tradisi kompang digunakan untuk menyambut seseorang yang sedang tersandung dugaan korupsi, maka yang perlu dipertanyakan bukan hanya peristiwanya—tetapi juga cara kita memaknai kehormatan itu sendiri.

Sebab pada akhirnya, sebuah negeri akan dihormati bukan karena kerasnya suara kompang yang ditabuh, melainkan karena tegaknya nilai keadilan dan kejujuran di tengah masyarakatnya.

Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

Source: Liputan Khusus
Via: Ramadhan Kurniawan putra
Tags: #jatah preman#kompang#OTT kpk

BeritaTerkait

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media : Foto ; Ilustrasi AI

Humas Harus Paham Perannya, Jangan Sok Mengatur Media

by PUTRI ANDY
8 Maret 2026
0

DURI - Pernyataan seorang oknum humas yang menyebut media “terlalu maju” dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp di Kecamatan Mandau,...

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

DPRD Seharusnya Mengawasi, Bukan Mengelola Program MBG

by PUTRI ANDY
18 Januari 2026
0

RIAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan mulia dan strategis. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan menyiapkan...

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam .FOTO : Hafizh Muthalib Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HmI Cabang Padang

Sumatera Terendam, Akal Sehat Tata Ruang Ikut Tenggelam

by PUTRI ANDY
2 Januari 2026
0

RIAU - Ada saatnya bencana berhenti menjadi peristiwa alam, lalu berubah menjadi indikator politik. Sumatera belakangan ini menampakkan itu secara...

Demi Cari Makan, Tanpa Rasa Malu Menjarah Foto dan Karya Orang Lain

by Ramdhan Kurnia Putra
1 Januari 2026
0

OPINI - Mencari makan adalah naluri dasar manusia. Namun ketika naluri itu berubah menjadi pembenaran untuk merampas hak orang lain,...

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat. SUMBER FOTO : Internet

Kami Tidak Mencuri, Kami Membeli,Ketika Mafia Bio Solar Membenarkan Perampasan Hak Rakyat

by PUTRI ANDY
2 Desember 2025
0

OPINI - Kami Tidak Mencuri, kami membeli. Kami hanya mencari makan.Kalimat ini kerap menjadi pembelaan para pemain mafia Bio Solar...

Maling Teriak Maling

Maling Teriak Maling

by PUTRI ANDY
25 November 2025
0

OPINI - maling teriak maling Ungkapan selalu relevan ketika pihak yang paling vokal menuduh orang lain justru memiliki rekam jejak...

Next Post

SPPG Buluh Manis Gelar Buka Puasa Bersama Relawan dan Kepala Sekolah Penerima Manfaat

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Mandau dan Rupat, Tiga Pelaku Diamankan

Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, Tarif Tol Pekanbaru–Dumai Diskon 30 Persen

Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, Tarif Tol Pekanbaru–Dumai Diskon 30 Persen

Jelang Idulfitri 2026, Harga Bahan Pokok di Riau Stabil 

Jelang Idulfitri 2026, Harga Bahan Pokok di Riau Stabil 

Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkoba, Tiga Pria Diamankan di Pematang Pudu dan Balai Makam

Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkoba, Tiga Pria Diamankan di Pematang Pudu dan Balai Makam

Tinggalkan Komentar

Baca Juga

Cafe Piramida Tempat kaum Milenial Kota Duri

6 tahun yang lalu

Warga Dukung Pemkab Bengkalis Cabut Izin Dan Tutup PKS PT.SIPP

4 tahun yang lalu

Akhir Pelaku Pembunuhan Wanita Pengepul Brondolan Sawit di Kampar Ditangkap 

Akhir Pelaku Pembunuhan Wanita Pengepul Brondolan Sawit di Kampar Ditangkap 
by PUTRI ANDY
1 Mei 2026
0

DURI - Akhirnya Polsek Perhentian Raja Polres Kampar berhasil menangkap terduga pelaku perampokan yang mengakibatkan seorang ibu muda Yunita (35)...

Selengkapnya

Kalender Event Riau 2026: Jadwal Festival, Pameran dan Expo Terbesar Tahun Ini

Riau Siap Gemerlap Dengan Festival Bakar Tongkang
by PUTRI ANDY
1 Mei 2026
0

DURI -  Kalender Event Riau di tahun 2026 dengan hadirnya deretan pameran, expo, dan festival budaya bergengsi yang dipastikan meramaikan...

Selengkapnya

Harga Emas di Duri Masih Tinggi per 1 Mei 2026

Harga Emas di Duri Masih Tinggi per 1 Mei 2026
by PUTRI ANDY
1 Mei 2026
0

DURI – Harga emas di wilayah Riau, termasuk Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, terpantau masih berada di level tinggi pada perdagangan...

Selengkapnya

Mei 2026 Banyak Tanggal Merah, Siap Siap Long Weekend

by PUTRI ANDY
1 Mei 2026
0

DURI - Bulan Mei 2026 menjadi salah satu bulan paling istimewa bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3...

Selengkapnya
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN SIBER
  • Privacy Policy
  • Desclaimer
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RIAU
  • NASIONAL
  • GAYA HIDUP
  • HIBURAN
  • E-KORAN

© 2021 KabarDuri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist