Pemerintahan Abdul Wahid–SF Hariyanto baru seumur jagung. Keduanya resmi dilantik dengan harapan besar publik akan hadirnya perubahan dan keberlanjutan pembangunan di Bumi Lancang Kuning.
Dalam sistem pemerintahan daerah, peran Wakil Gubernur tidak hanya sekadar pendamping formal, melainkan juga mitra kerja strategis dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ketika ketidakhadiran terus berulang dan tak diberi penjelasan yang layak, wajar jika Publik mulai berspekulasi bahwa ada ketegangan atau bahkan retakan hubungan di antara dua pemimpin utama Provinsi Riau ini.
Tentu saja, bila benar terjadi disharmoni, hal ini sangat disayangkan. Apalagi di tengah harapan besar rakyat yang menanti kerja konkret, bukan konflik senyap di level elit.
Perbedaan pandangan mungkin sah saja terjadi, tetapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas.
Kerinduan Publik pada Figur SF Hariyanto
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















