JAKARTA – Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten yang menyinggung ketimpangan gaji di Indonesia, khususnya yang dialami guru honorer, Minggu (18/1/2026).
Melalui akun Instagram miliknya, Rocky Gerung menampilkan perbandingan gaji sejumlah profesi dengan gaji guru honorer. Dalam unggahan tersebut disebutkan, gaji kepala dapur mencapai Rp7 juta, akuntan Rp5 juta, ahli gizi Rp5 juta, tukang cuci piring Rp2,7 juta, serta pengantar ompreng Rp3 juta per bulan. Sementara itu, gaji guru honorer hanya sekitar Rp300 ribu.
Unggahan tersebut sontak viral dan menuai beragam reaksi dari warganet. Ribuan komentar membanjiri kolom unggahan itu, sebagian besar menyuarakan keprihatinan terhadap nasib para guru honorer yang selama ini dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Banyak netizen menilai apa yang disampaikan Rocky Gerung mencerminkan ironi dunia pendidikan di Indonesia. Di satu sisi, guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun di sisi lain justru mendapatkan kesejahteraan yang jauh dari layak.

“Ini tamparan keras buat negara,” tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar.
Salah satu komentar yang ikut menyita perhatian datang dari akun Instagram bernama nimasnur12. Ia mengaku sebagai bagian dari guru honorer yang baru diangkat menjadi ASN PPPK paruh waktu, namun hingga kini gaji yang diterimanya masih tetap seperti guru honorer.
“Bangga hanya karena dapat NIP dan pakai pin Korpri. Sedangkan gaji yang akan diterima seperti guru honorer,” tulisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru diangkat setelah mengabdi selama 9,5 tahun. Namun, pengangkatan tersebut belum membawa perubahan berarti terhadap kesejahteraan hidupnya.
Dalam curhatannya, ia mempertanyakan alasan pemerintah pusat yang disebut tidak bisa membayar gaji guru dengan alasan keterbatasan anggaran.
“Kenapa saat kami diangkat pusat tidak bisa bayar kami dengan alasan tidak ada anggaran? Tapi saat ada program MBG, anggarannya begitu luar biasa sampai triliunan per harinya,” tulisnya.
Curhatan tersebut sontak menyedot perhatian warganet lainnya. Banyak yang mengaku senasib dan menyampaikan dukungan di kolom komentar. Kisah ini semakin memperkuat kritik publik terhadap kondisi kesejahteraan guru honorer dan PPPK paruh waktu yang hingga kini dinilai masih jauh dari kata layak.

Sejumlah warganet berharap unggahan itu dapat membuka mata para pengambil kebijakan agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang selama ini masih bergantung pada penghasilan minim dan tidak menentu.
Isu rendahnya gaji guru honorer sendiri bukan hal baru. Namun hingga kini, di berbagai daerah masih banyak guru honorer yang harus bertahan hidup dengan penghasilan yang jauh dari cukup.
Unggahan Rocky Gerung ini kembali memantik diskusi luas tentang keadilan sosial dan prioritas anggaran negara, khususnya di sektor pendidikan.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















