ada mereka yang hanya bisa menatap kemeriahan dari kejauhan. Bukan karena mereka tak ingin merayakan, tetapi karena keadaan memaksa mereka untuk sekadar bertahan Hidup Agar Tidak Mati.
Hari Raya Idul Fitri bagi mereka bukan tentang kebahagiaan, melainkan tentang bertahan hidup di tengah kesulitan ekonomi.
Lebih menyedihkan lagi, ada mereka yang tidak hanya menghadapi kemiskinan, tetapi juga kehilangan. Bagi seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya, atau seorang ayah yang merindukan keluarganya yang pergi entah ke mana, Hari Raya Idul Fitri hanyalah pengingat akan luka yang masih menganga.
Di tengah kemeriahan, ada tangisan yang tak terdengar. Ada doa yang lirih dipanjatkan di balik pintu-pintu yang tertutup rapat. Ada hati yang berharap, meski hanya sedikit, ada uluran tangan yang dapat menghapus kesedihan mereka.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















