KabarDuri, OPINI – Hari Raya seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan dan kehangatan bersama keluarga. Namun, bagi sebagian orang, suasana ini justru terasa gelap gulita, menjadi gambaran keterpurukan yang begitu nyata.
Ketika kebanyakan orang merayakan dengan sukacita, ada yang justru terpuruk dalam kesendirian, keterbatasan ekonomi, atau kehilangan orang-orang terkasih. Bagi mereka, Hari Raya bukanlah perayaan, melainkan pengingat pahit tentang keadaan yang semakin sulit.
Pemandangan ini bukan sekadar cerita fiksi, melainkan realitas yang terjadi di berbagai sudut kehidupan.

Ada rumah-rumah yang lampunya redup bukan karena hemat listrik, melainkan karena ketiadaan daya. Ada meja-meja yang kosong bukan karena diet, tetapi karena tak ada makanan yang bisa dihidangkan.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















