Hari Raya yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berubah menjadi duka bagi sebagian orang. Ini bukan hanya tentang perbedaan ekonomi, tetapi juga tentang kesenjangan sosial yang masih terasa begitu nyata.
Sebagai masyarakat, sudah seharusnya kita lebih peka dan peduli. Mungkin tidak semua bisa membantu dalam hal materi, tetapi setidaknya kita bisa hadir untuk mereka yang merasa sendirian.
Karena pada akhirnya, Hari Raya Idul fitri seharusnya menjadi milik semua, kini hanya milik mereka yang beruntung.
Namun, kenyataan berkata lain. Bagi sebagian orang, Hari Raya Idul Fitri justru menjadi cerminan dari kesenjangan yang semakin melebar.
Ketika sebagian rumah dihiasi lampu gemerlap dan meja makan penuh hidangan lezat, ada sudut-sudut gelap yang terlupakan—tempat di mana kemiskinan dan kesendirian berkuasa.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















