OPINI, KabarDuri — Di belahan manapun di dunia ini kita mengenal orang-orang dengan istilah penjilat, atau bisa juga disebut tukang Cari Muka.
Manusia jenis ini bisa terdapat di mana saja, mereka hidup melebur dengan banyak orang tapi hanya satu yang ada di pikiran mereka.
Mereka Cuma ingin cari untung dari orang lain dengan berbagai cara, termasuk dengan berbuat tidak jujur.

Yang namanya penjilat pasti butuh orang lain untuk mereka pengaruhi, mereka kendalikan hingga ia bisa menyedot banyak untung besar dari aksi jilat sana-jilat sininya. Keuntungan ini bisa bersifat material dan non material. Keuntungan berbentuk materi banyak sekali macamnya, bisa uang bisa juga barang.
Keuntungan non materi bisa jadi berupa kemudahan dalam naik jabatan, promosi kenaikan gaji dan banyak lagi, tapi ya begitu, ini orang melakukannya dengan cara-cara curang dan kotor.
Kalau anda pengen tahu siapa saja di lingkunganmu sekarang yang hobinya Cari Muka, saya akan membantu sebisa saya.
Sebagai penulis, saya bukannya sok alim atau mengaku diri lebih sempurna kepribadiannya, tapi saya rasa anda harus sadar betul bahwa seorang penjilat berpotensi membahayakan karir anda. Ingat sahabat, menjilat atasan atau pihak lain untuk mengejar keuntungan sendiri hanya akan menempatkan diri anda dalam posisi sulit.
Segera saja rasakan semua orang akan merasa kecewa pada anda, segera mereka akan menjauhi dan mungkin membalas kelakuan anda.
Secara intelektual para penjilat memang punya otak yang lebih brilian, ini bisa dibuktikan melalui kemampuannya dalam menyembunyikan keinginan busuk mereka.
Sikut sana-sikut sini Cuma untuk ngambil untung menjadikan mereka dibenci.
Si Bos boleh jadi cuek saja karena bagi dia tak banyak yang dibutuhkan dari bawahannya, yang penting operasional perusahaan berjalan seperti biasa dan roda profit bergulir lebih maksimal. Mungkin itu saja yang dipikirkan oleh Bos di tempat anda bekerja.
Lain lagi dengan pikiran si tukang Cari Muka yang bisa saja berkeinginan buruk dengan menjatuhkan posisi pimpinan, apalagi kalau dia termasuk kalangan ekskutif di perusahaan tempat kerja anda.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















