DURI – Kota Bengkalis mendadak diguncang isu besar yang mengusik rasa keadilan publik. Sebuah kasus tindak pidana narkotika mencuat ke permukaan setelah Tim Operasional Khusus (Opsnal) Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis melakukan penggerebekan di dua kamar Hotel Marina pada Sabtu dini hari, (17/1/2026).
Operasi senyap itu berlangsung di Kamar 218 dan 204, sebuah lokasi yang kini menjadi pusat perhatian masyarakat.
Dari penggerebekan tersebut, tujuh orang diduga pelaku berhasil diamankan. Namun alih-alih langsung diumumkan secara resmi, kasus ini justru diselimuti keheningan. Meski kabarnya telah beredar luas di tengah masyarakat, pihak Satres Narkoba Polres Bengkalis belum merilis keterangan resmi, memunculkan berbagai spekulasi dan tanda tanya.

Penundaan publikasi resmi kasus ini dikaitkan dengan agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Bengkalis yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa ekspos resmi kasus akan disampaikan setelah Kapolres baru resmi menjabat dan aktif menjalankan tugas.
Berdasarkan hasil penelusuran dan informasi yang berhasil dirangkum di lapangan, penggerebekan tersebut memang benar terjadi dan menghasilkan penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam peredaran serta penyalahgunaan narkotika. Dari tujuh orang yang diamankan, tiga di antaranya diduga merupakan oknum anggota Polres Bengkalis, sementara empat lainnya adalah warga sipil.
Empat warga sipil tersebut masing-masing terdiri dari dua perempuan berinisial C dan O, serta dua laki-laki berinisial R dan Z. Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka mengenai peran masing-masing terduga pelaku, status hukum mereka, maupun keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika yang diduga ada.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga belum mengungkapkan jenis dan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan saat penggerebekan berlangsung. Ketiadaan informasi detail ini semakin menambah rasa penasaran publik, terlebih karena kasus tersebut disebut melibatkan aparat penegak hukum.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar Saat di Konfirmasi KabarDuri.net mengatakan.
“Nanti saya setelah aktif ya. Insyaallah tgl 22,” Ungkapnya.
Sementara itu, Petugas Humas Polres Bengkalis, Aipda Juliandi Bazrah, membenarkan adanya pengungkapan kasus narkotika tersebut. Ia memastikan bahwa tiga oknum polisi yang terjaring dalam operasi telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Bengkalis, meski detail lengkap kasus masih menunggu arahan pimpinan untuk diekspos ke publik.
“Ya, ada tiga oknum polisi yang sudah ditahan di Rutan Polres Bengkalis. Tapi untuk data jelasnya kami masih menunggu atasan yang akan memimpin ekspos nanti,” ujarnya.
Kini, masyarakat Bengkalis dan publik Riau menanti keterbukaan penuh dari kepolisian, berharap proses hukum berjalan transparan, adil, dan profesional terutama ketika hukum harus ditegakkan terhadap mereka yang selama ini dipercaya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















